Hagia Sophia

27 March 2024

Menurut Penelitian: Mayoritas Warga Jepang Tidak Ingin Hidup Hingga 100 Tahun

Ilustrasi lansia Jepang (Foto: REUTERS/Issei Kato)

Sebuah penelitian terbaru mengungkap mayoritas masyarakat Jepang tidak mempunyai keinginan untuk hidup selama 100 tahun, berbeda dengan sikap masyarakat yang hidup di negara lain terkait umur panjang.

Penelitian terkait penuaan ini dilakukan di enam negara yang hasilnya dirilis awal pekan lalu. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa orang Jepang hanya fokus pada aspek negatif dari hidup hingga usia 100 tahun. Hanya 21 persen dari responden yang optimistis akan hidup bahagia ketika mencapai usia 100 tahun.

Kasus DBD di Indonesia Meningkat, Kapankah Prakiraan Fase Puncak Terlewati?

Kasus DBD di Indonesia. (Foto: Pradita Utama)

Puncak kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia lebih sering terjadi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, puncak DBD saat ini terjadi kurang lebih tiga tahun sekali, dari semula baru akan mencapai puncak di 10 tahun setelah kasus sebelumnya terlewati.

Misalnya, dari puncak DBD 1986 baru terjadi lagi di 1998, kemudian tren berikutnya di 1998 hingga 2008. Setelah itu, puncak DBD relatif lebih intens, dari 2012 ke 2014, lalu kembali terjadi di 2020 dan 2022.

Jepang Laporkan Kasus Kematian Akibat Gagal Ginjal Usai Konsumsi Suplemen Kesehatan

Ilustrasi kematian. (Foto: Thinkstock)

Sebuah perusahaan obat besar Jepang pada Selasa (26 /3/2024) tengah menyelidiki satu kematian akibat gagal ginjal yang diduga berkaitan dengan suplemen kesehatan. Suplemen tersebut ditarik pekan lalu dari pasaran oleh perusahaan produsen obat, Kobayashi Pharmaceutical.

Terlebih, dilaporkan 26 orang dirawat di RS pasca mengonsumsi suplemen terkait.

BPOM Pastikan Tidak Ada Suplemen dari Jepang yang Picu Gangguan Ginjal di Indonesia

Ilustrasi suplemen kesehatan. (Foto: iStock)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) memastikan tidak ada suplemen kesehatan produksi Jepang yang dikhawatirkan memicu gangguan ginjal, beredar di Indonesia. Suplemen beni koji dari Kobayashi Pharmaceutical belakangan ramai disorot setelah 24 warga di Jepang dirawat di RS usai mengonsumsinya.

"Dari hasil penelusuran database, saat ini produk dari Kobayashi Pharmaceutical tidak ada yang terdaftar di BPOM termasuk beberapa produk yang disebutkan termasuk beni koji," demikian konfirmasi Kepala Biro Kerja Sama dan Humas, Noorman Effendi saat dihubungi detikcom Selasa (26/3/2024).

Beberapa Warga Jepang Alami Masalah Ginjal Usai Konsumsi Suplemen

Ilustrasi pasien. (Foto: iStock)

Ada 26 orang dilaporkan menjalani perawatan intensif di rumah sakit, mengalami masalah ginjal setelah mengonsumsi suplemen kesehatan dari salah satu produsen Jepang. Produk tersebut kemudian ditarik dari pasaran, lantaran dikhawatirkan memicu efek yang sama pada warga lain.

Suplemen bebas resep ini mengandung sejenis beras fermentasi ragi yang disebut beni koji. Menurut laporan Kobayashi Pharmaceutical, suplemen kesehatan mereka telah dipasok ke sekitar 50 perusahaan lain di seluruh dunia.

Kasus DBD Terus Naik, Siapkah RS Menanganinya? Ini Kata Menkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Andhika Prasetia)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tren kasus demam berdarah dengue (DBD) yang meningkat di Indonesia. Walaupun memang ada tren peningkatan, Menkes Budi menuturkan bahwa kondisi DBD di Indonesia relatif masih terkendali.

Menkes Budi menuturkan walaupun tren peningkatan kasus DBD sedang naik, kenaikan kasus menurutnya masih dalam batas normal.

Untuk Hindari Kesepian, Banyak Warga Korsel yang Pelihara Batu

Ilustrasi batu. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Korea Selatan dilanda fenomena kesepian dan level stres yang tinggi. Saking kesepiannya warga Korsel sampai memelihara batu untuk dijadikan teman curhat.

Penyebab tingkat stres yang tinggi di Negeri Ginseng beragam, mulai dari pendidikan yang kompetitif, budaya kerja sampai tekanan sosial yang berat.