 |
| Makan seblak disebut pemicu anemia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Muhammad rijal Setiawan) |
Pemicu anak mengalami anemia atau defisiensi zat besi tidak hanya dilatarbelakangi makanan tinggi penyedap, tetapi minim asupan serat hingga melewatkan sarapan juga menjadi penyebabnya. Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI, Lovely Daisy, menyebut sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur misalnya, masih menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Banyak keluarga kesulitan ekonomi sulit memberikan gizi yang baik pada anak. "Bahkan mungkin mereka sehari tidak makan sampai tiga kali sehari, tetapi hanya satu hari sekali," tutur Daisy kepada detikcom di Gedung Kemenkes RI, Selasa (21/1/2025).