Hagia Sophia

01 October 2026

Istri Mahathir Mohamad Tutup Usia, Sempat Dikabarkan Lawan Kanker Payudara

Foto: REUTERS/Bazuki Muhammad

Kabar duka datang dari Malaysia. Siti Hasmah Mohamad Ali, istri dari mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, meninggal dunia di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, pada usia 100 tahun.

Kepergian sosok yang setia mendampingi Mahathir sejak tahun 1956 ini menyisakan duka mendalam bagi publik Malaysia. Termasuk jajaran pejabat tinggi seperti Raja Malaysia Sultan Ibrahim dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Di balik kiprahnya mendampingi sang suami, Siti Hasmah dikenal sebagai sosok wanita yang gigih menyuarakan pentingnya kesehatan perempuan. Ia sendiri merupakan seorang penyintas atau survivor kanker payudara yang terdiagnosis di usianya yang menginjak 93 tahun.

Semasa hidupnya, ia sempat membagikan kisah perjuangannya saat menjalani operasi pengangkatan benjolan payudara demi mengedukasi masyarakat pentingnya pemeriksaan dini (skrining).

Sempat Dirahasiakan dari Suami

Siti Hasmah menceritakan bahwa keberadaan benjolan kecil di payudara kirinya pertama kali terdeteksi setelah ia menjalani pemeriksaan mamografi dan biopsi.

Menariknya, saat pertama kali mengetahui hal tersebut ia sempat enggan memberitahu sang suami. Sebab, ia tidak ingin mengganggu kesibukan Mahathir yang kala itu baru kembali dari kunjungan luar negeri.

"Dokter menyarankan saya untuk mengangkat benjolan tersebut dalam waktu seminggu. Awalnya saya tidak mau cerita ke suami karena tidak mau mengganggu kesibukannya. Begitu hasil keluar dan dokter mengonfirmasi itu adalah tumor, baru saya beri tahu dan dia sangat terkejut," ceritanya kala itu, dikutip dari Says.

Prosedur tindakan pun dilakukan dengan cepat. Setelah menjalani operasi pengangkatan tumor, kondisi Siti Hasmah membaik hingga sudah diperbolehkan pulang keesokan harinya.

"Saya adalah seorang survivor," ungkapnya bangga.

Pesan Penting: Kanker Tak Pandang Usia

Belajar dari pengalamannya sendiri, Siti Hasmah mewanti-wanti para wanita agar tidak menyepelekan gejala sekecil apa pun dan rutin melakukan pemeriksaan mandiri maupun medis. Ia menegaskan bahwa kanker payudara bisa mengintai siapa saja, tanpa memandang batasan umur.

"Jangan pernah mengira kanker payudara cuma terjadi pada orang lain dan tidak akan menimpa diri sendiri. Kanker payudara bisa menyerang siapa saja, dari yang masih muda sampai yang berusia 90-an seperti saya," tegasnya.

Ia juga mengimbau agar para wanita tidak perlu merasa malu atau takut untuk menjalani pemeriksaan mamografi ke dokter.

"Jangan pertaruhkan nyawa Anda. Ini jenis kanker yang bisa dicegah kalau dideteksi lebih awal. Makin cepat diobati, pemulihannya juga makin cepat. Memeriksakan kesehatan adalah tanggung jawab kita selagi masih sehat," pungkas Siti Hasmah.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Istri Mahathir Mohamad Tutup Usia, Sempat Berjuang Lawan Kanker Payudara"