Hagia Sophia

02 February 2024

Palestina Lakukan Pemakaman Jenazah Warganya yang Dikembalikan Israel

Potret penguburan jenazah warga Palestina yang dikembalikan Israel. (Foto: AP/Fatima Shbair)

Otoritas Palestina melakukan pemakaman massal pada 100 jenazah warga Gaza yang sempat dicuri Israel. Jenazah tersebut dikuburkan di kota selatan Rafah sebelum buldoser menumpuk pasir di atasnya.

Para pejabat Palestina mengatakan jenazah-jenazah itu termasuk korban perang dan jenazah yang digali saat pasukan Israel menerobos Gaza. Israel tidak mengomentari penyerahan tersebut atau membuat pernyataan bahwa beberapa mayat telah digali.

"Mereka dimakamkan secara anonim mengikuti Syariah Islam. Kami tidak tahu di mana mereka terluka atau bahkan nama mereka," kata Abu Taha, seorang dokter saat di lokasi kejadian, dikutip dari laman Dawn, Kamis (1/2/2024).

Jenazah-jenazah itu di foto sebelum dimakamkan. Abu Taha mengatakan itu bertujuan untuk mendokumentasikan luka-luka para korban.

"Insya Allah setelah perang berakhir, tes DNA dan tes lainnya akan dilakukan tetapi saat ini sangat sulit untuk melakukan tes yang diperlukan untuk mengidentifikasi nama dan identitas orang yang meninggal," tutur Abu Taha.

Pejabat kesehatan mengonfirmasi mereka telah menerima 100 jenazah. Itu termasuk 'jenazah utuh, separuh jenazah, dan bagian tubuh'.

Para pejabat Palestina mengatakan jenazah-jenazah tersebut diserahkan di penyeberangan Kerem Shalom yang dikontrol Israel antara Israel dan Gaza.

Jenazah tersebut tiba di ruang terbuka di Rafah di mana para pekerja dan petugas medis menunggu di samping barisan panjang kuburan yang baru digali. Jenazah yang dibungkus plastik biru itu dipindahkan ke lokasi dengan truk pendingin.

Sejak saat itu, banyak warga Gaza yang terpaksa mengungsi ke selatan menuju lokasi-lokasi termasuk Rafah.

Di antara kerumunan itu terdapat seorang warga bernama Issa Abu Sarhan yang berusaha mencari putranya di antara mayat-mayat tersebut.

"Saya sedang mencari anak saya, dia mungkin ada atau tidak di antara mereka," kata Issa.

"Saya telah menguburkan putra saya di pemakaman Al-Nimsawi di Khan Younis (di Gaza selatan), dan saya mendengar bahwa orang-orang Yahudi mengambil jenazah dari pemakaman tersebut, jadi saya datang ke sini ketika saya mendengar bahwa jenazah telah diterima untuk mencari putra saya," pungkasnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Israel Kembalikan 100 Jenazah Warga Gaza, Ada yang Sudah Tak Utuh"