Hagia Sophia

19 August 2026

Bau Mulut Jadi Keluhan Ketika Jalani Diet Terlalu Ketat

Foto: Ilustrasi bau mulut (Getty Images/bymuratdeniz)

Bau mulut bisa menjadi salah satu keluhan yang muncul ketika seseorang menjalani diet terlalu ketat. Kondisi ini bukan semata-mata disebabkan oleh kurangnya kebersihan mulut, tetapi dapat berkaitan dengan perubahan proses metabolisme tubuh.

Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menjelaskan, saat dilakukan diet yang terlalu ketat, terdapat proses pemecahan lemak menjadi energi, alih-alih menggunakan karbohidrat. Proses ini dinamakan fase ketosis.

"Itu yang menyebabkan ada bau mulut," jelasnya.

Namun, bau mulut bukan satu-satunya dampak yang bisa muncul ketika seseorang menjalani diet terlalu ketat. Pembatasan makanan secara berlebihan juga berisiko membuat kebutuhan sejumlah zat gizi tidak terpenuhi.

"Jadi, selain bisa terjadi bau mulut, gara-gara ada fase ketosis tadi bisa juga malah terjadi kayak kekurangan mikronutrien, misalnya kayak vitamin C, vitamin B12, zinc," katanya.

Kekurangan zat gizi tersebut dapat memicu masalah pada mulut, salah satunya sariawan. Karena itu, menurunkan berat badan sebaiknya tidak dilakukan dengan memangkas asupan makanan secara ekstrem.

"Makanya enggak terlalu disarankan untuk diet yang terlalu ketat karena akhirnya mikronutriennya jadi kurang, sementara kita tetap butuh zat-zat lain, zat-zat gizi lain tetap butuh mikronutrien lain dari makanan," katanya.

Jadi, pola makan untuk menurunkan berat badan sebaiknya tetap memperhatikan kecukupan zat gizi. Dengan demikian, diet tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan, tetapi juga memastikan tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan agar kesehatan tetap terjaga.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Diet Terlalu Ketat Bikin Bau Mulut? Dokter Gizi Bilang Begini"