![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/sasirin pamai |
Makanan gurih dan asin kerap menjadi pilihan favorit untuk memanjakan lidah. Mulai dari jajanan kekinian, saus, hingga olahan berpenyedap (micin) seakan tak pernah lepas dari konsumsi harian.
Namun, hati-hati! Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam atau natrium secara berlebihan menyimpan ancaman serius bagi kesehatan.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa takaran aman konsumsi natrium harian sebenarnya sangat terbatas. Tanpa disadari, akumulasi natrium dari berbagai makanan dan camilan sering kali melampaui ambang batas tersebut.
"Kalau natrium itu per hari kan 2.000 miligram per hari, itu setara dengan satu sendok teh garam dapur. Kan itu sedikit banget," terang dr Yaze pada detikcom, Kamis (13/8/2026).
"Dan itu dapatnya bukan dari makanan saja, termasuk dari jajanan, dari saus, dari micin lagi. Nah itu harusnya totalnya semua 2.000 mg. Tapi, pasti kebanyakan orang konsumsi lebih dari itu," sambungnya.
Alasan Natrium Berlebih Bikin Tensi Melonjak
dr Yaze menjelaskan saat asupan natrium masuk ke dalam tubuh berlebihan, tubuh akan berupaya menyeimbangkannya dengan menahan cairan (retensi cairan).
Secara alami, tubuh menarik lebih banyak air ke dalam pembuluh darah untuk membantu ginjal menyaring tumpukan natrium. Tetapi, banyaknya cairan di dalam pembuluh darah bisa berpengaruh pada tekanan darah.
"Jadi akhirnya bisa terjadi retensi cairan, jadi cairannya terjebak di pembuluh darah. Akhirnya tensinya jadi naik nih, karena kebanyakan air," tutur dr Yaze.
"Sebenarnya kenapa terjadi retensi cairan, gara-gara dia ingin membantu ginjal untuk menyaring natrium yang kebanyakan tadi kan. Tapi, gara-gara terlalu banyak air ya tensinya akan naik," lanjutnya.
Bikin Ginjal 'Capek' Hingga Berujung Stroke
Dampak buruk dari tingginya asupan garam tidak berhenti pada hipertensi semata. dr Yaze membeberkan bahwa organ ginjal harus bekerja ekstra keras setiap hari untuk memproses kelebihan natrium tersebut.
Beban kerja yang melonjak berkali-kali lipat ini dalam jangka panjang dapat merusak fungsi organ ginjal. Bahkan berisiko memicu gagal ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD).
Iritasi dan tekanan tinggi pada pembuluh darah secara terus-menerus ini pun berpotensi membawa dampak fatal lain pada organ vital tubuh.
"Terus jangka panjangnya ya hipertensi, lama-lama bisa terjadi stroke juga karena ada penyempitan, terus pasti gangguan ginjal, terus bisa jadi terjadi CKD juga," pungkas dr Yaze mewanti-wanti.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Berapa Batas Aman Konsumsi Makanan Asin Biar Tak Berujung Hipertensi-Gagal Ginjal?"
