![]() |
| Foto: Ilustrasi olahraga (Getty Images/AsiaVision) |
Rajin berolahraga merupakan salah satu kebiasaan yang baik untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, apakah rutin berolahraga akan terbebas sepenuhnya dari risiko aritmia atau gangguan irama jantung?
Spesialis penyakit dalam subspesialis kardiovaskular dari Brawijaya Hospital, dr Simon Salim, SpPD-KKV, menjelaskan, anggapan olahraga dapat menghilangkan risiko aritmia merupakan mitos. Olahraga memang dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk aritmia, tetapi tidak membuat risiko tersebut menjadi nol.
"Olahraga memang dianjurkan, tapi olahraga tidak menghilangkan semua risiko," jelasnya, Jumat (14/8/2026) dalam program detikSore.
Meski olahraga tidak dapat menghilangkan risiko aritmia sepenuhnya, aktivitas fisik tetap dianjurkan untuk menjaga kesehatan.
"Jadi aktivitas justru kita minta, justru harus olahraga teratur supaya menjaga secara keseluruhan," kata dr Simon.
Dalam menjaga kesehatan jantung pada umumnya, olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang dapat menjadi pilihan.
"Untuk kesehatan jantung pada umumnya memang kita menyarankan untuk low to moderate impact, low to moderate intensity," katanya.
Menurutnya, low to moderate intensity yaitu pada saat berolahraga, seseorang masih bisa berbicara. Jika pada saat berolahraga bicaranya sudah putus-putus, artinya sudah masuk high intensity.
"Pada mereka yang terlatih, yang sudah terbiasa, high intensity ini boleh. Ini juga bermanfaat untuk kesehatan," katanya.
Namun, untuk orang-orang yang sudah memiliki penyakit jantung, moderate intensity cukup dilakukan, yaitu ketika pada saat olahraga sudah tidak bisa bernyanyi. Jika tidak bisa dilakukan, maka cukup pada tahap low intensity.
"Kalau misalnya memang moderate intensity pun nggak bisa, ya terpaksa dia hanya low intensity," kata dr Simon.
"Tapi tetap harus berolahraga. Jadi lakukanlah olahraga yang masih bisa dikerjakan tanpa ada sampai sesek, sampai ngerasanya di dada atau apa segala macam, apa yang bisa diolahragakan tentu lebih baik," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Rutin Olahraga Bisa Cegah Aritmia, Mitos atau Fakta?"
