Hagia Sophia

22 August 2026

Untuk Korban Gempa, Kemenkes Bangun RS Lapangan di NTT

Foto: Dok Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat membangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas darurat ini didirikan untuk memastikan tindakan operasi, terutama bagi korban patah tulang akibat gempa, tetap dapat berlangsung di ruang steril dan aman.

Langkah ini diambil untuk menangani penuh operasional RSUD Ruteng yang mengalami kerusakan struktur akibat gempa bumi. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung kesiapan rumah sakit lapangan tersebut pada Selasa (18/8/2026).

"Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi," ujar Menkes dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Rabu (19/8).

Tenda Operasi Steril untuk Korban Patah Tulang

Kehadiran ruang operasi darurat menjadi salah satu prioritas utama Kemenkes. Pasalnya, mayoritas korban gempa membutuhkan penanganan kasus trauma, seperti patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan, yang butuh tindakan bedah cepat.

Tenda pembedahan dibangun secara khusus agar tetap memenuhi standar ruang steril dan terisolasi untuk menekan risiko infeksi pascaoperasi. Fasilitas ini dilengkapi meja operasi, lampu khusus pembedahan, hingga area sterilisasi alat medis.

Menkes menjelaskan model ruang operasi lapangan terisolasi seperti ini sebelumnya pernah terbukti efektif menangani penanganan medis darurat, saat bencana di Sumedang hingga Aceh.

Kapasitas Ditargetkan Capai 100 Tempat Tidur

Selain area pembedahan, rumah sakit lapangan ini dilengkapi satu tenda khusus Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan beberapa tenda rawat inap. Pada tahap awal, fasilitas ini menyediakan sekitar 60 tempat tidur pasien.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien cedera, Kemenkes menambah unit tenda standar internasional yang dikirim langsung dari Bali untuk memicu daya tampung hingga minimal 100 tempat tidur.

"Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali," terang Menkes.

Seluruh tenda menggunakan material standar tanggap bencana yang tahan cuaca dan dilengkapi lantai khusus untuk menjaga higienitas, mencegah genangan air saat hujan, serta mempermudah mobilisasi alat medis.

Dengan membawa konsep yang sama, Kemenkes mengonfirmasi akan mereplikasi pembangunan rumah sakit lapangan serupa di Kabupaten Nagekeo. Langkah ini dilakukan mengingat fasilitas RSUD Nagekeo juga turut terdampak gempa sehingga tidak bisa beroperasi optimal.

"Kita akan replikasi rumah sakit lapangan ini selain di Ruteng juga di Nagekeo," pungkasnya.

Melalui pengerahan rumah sakit lapangan steril, mobilisasi dokter spesialis ortopedi, hingga pasokan logistik medis, Kemenkes memastikan seluruh korban terdampak gempa NTT mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan memadai.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Bangun RS Lapangan Steril di Ruteng, Ada Ruang Operasi Patah Tulang Korban Gempa"