Hagia Sophia

13 August 2026

Varian Baru COVID-19 Muncul di Taiwan, Memicu Lonjakan Kasus

COVID-19 di Taiwan (Foto: Getty Images/Paula Bronstein)

Kasus COVID-19 di Taiwan tengah meningkat. Rumah sakit mencatat 18.990 kunjungan terkait COVID-19 pada pekan 27 Juli-2 Agustus 2026, naik 74,8 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC) mengatakan terdapat 62 kasus COVID-19 berat pada periode tersebut dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Dikutip dari Taipei Times, Wakil Direktur Jenderal sekaligus juru bicara CDC Taiwan Lin Min-cheng mengatakan kunjungan pasien COVID-19 ke layanan rawat jalan dan unit gawat darurat terus meningkat pada pekan lalu. Tren tersebut diperkirakan masih berlanjut.

Direktur Epidemic Intelligence Center CDC Taiwan Guo Hung-wei mengatakan 62 kasus berat tersebut merupakan jumlah mingguan tertinggi pada musim COVID-19 kali ini, yang dimulai sejak 1 Oktober tahun lalu.

Sebagian besar kasus berat terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas atau memiliki penyakit penyerta. Mayoritas pasien juga belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 pada musim ini.

Di tengah peningkatan kasus, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 27 Juli menetapkan PQ.16.1.1, subvarian SARS-CoV-2 yang baru muncul dan merupakan turunan dari NB.1.8.1, sebagai variant under monitoring (VUM) atau varian yang sedang dipantau.

Data pemantauan CDC Taiwan menunjukkan PQ.16.1.1 menyumbang 85,7 persen dari sampel kasus lokal yang dianalisis untuk mengetahui varian dalam empat pekan terakhir.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Heboh Varian Baru COVID-19 Tengah Dipantau WHO, Picu Lonjakan Kasus di Taiwan"