Hagia Sophia

27 September 2026

Kenapa Flu Burung Tak Ikut Jadi Flu Musiman?

Ilustrasi flu burung. Foto: Getty Images/iStockphoto/LordHenriVoton

Sama-sama termasuk virus influenza, 'flu burung' H5N1 punya pola penyebaran yang berbeda dengan flu yang biasa dialami manusia seperti subtipe H1N1pdm09 dan H3N2. Kalau flu biasa bisa bersirkulasi antar manusia setiap tahun sehingga menjadi flu musiman, kenapa flu burung H5N1 tidak ikut menjadi flu musiman?

Seorang peneliti di bidang imunologi di University of Iowa, Hanna D Paton, dalam tulisannya di The Conversation menjelaskan, virus penyebab flu musiman dan flu burung memang masih berkerabat, sama-sama termasuk influenza tipe A. Namun, masing-masing memiliki karakteristik dan pola penyebaran yang berbeda.

Beda dengan Virus Flu yang Biasa Menyerang Manusia

Influenza sebenarnya bukan hanya satu jenis virus. Virus-virus ini termasuk dalam keluarga orthomyxovirus dan terdiri dari beberapa tipe, yaitu influenza tipe A, B, C, dan D. Influenza tipe A dan B merupakan jenis yang paling banyak berperan dalam penyakit manusia.

Beberapa subtipe virus influenza yang umum ditemukan dan bersirkulasi pada manusia juga merupakan tipe A, seperti H1N1pdm09 yang dulu dikenal sebagai 'flu babi' dan sempat memicu pandemi pada 2009. Begitu juga dengan subtipe H3N2, yang juga termasuk tipe A. Nah, virus 'flu burung' H5N1 juga termasuk influenza tipe A.

Bedanya, H5N1 merupakan subtipe influenza tipe A yang berstatus virus zoonosis-artinya virus yang habitat alaminya berada pada hewan (unggas) dan manusia hanya menjadi inang yang tidak disengaja (spillover). Sementara virus influenza yang menyebabkan flu musiman telah beradaptasi sepenuhnya menjadi lebih efektif menular pada manusia.

Lantas, kenapa virus flu burung tidak kemudian menyebar dari manusia ke manusia seperti flu biasa?

Dipengaruhi Banyak Faktor

Ada banyak faktor yang memengaruhi. Salah satunya, burung memiliki suhu tubuh alami yang lebih tinggi dibandingkan manusia, yaitu sekitar 40 - 42 derajat Celcius. Virus flu burung yang beradaptasi pada burung pun memiliki karakteristik yang sesuai dengan kondisi tubuh inangnya, yaitu mampu bereplikasi dengan sangat baik pada suhu panas tersebut.

Sementara itu, bagian atas saluran pernapasan manusia memiliki suhu yang lebih rendah, yaitu sekitar 32 - 33 derajat Celcius. Pada suhu ini, virus flu burung tidak dapat bereplikasi secara efektif. Perbedaan lingkungan ini dapat memengaruhi seberapa baik virus influenza dapat menggandakan diri. Artinya, virus yang sangat cocok dengan kondisi tubuh burung belum tentu langsung cocok dengan lingkungan saluran pernapasan manusia.

Jadi, flu burung H5N1 sama sekali tidak bisa menular ke manusia?

Bukan begitu, H5N1 memang dapat menginfeksi mamalia, termasuk juga manusia. Penularan dari unggas ke manusia memang sudah terjadi. Namun demikian, belum ada bukti bahwa penularan H5N1 antar manusia terjadi secara berkelanjutan.

Flu musiman memiliki kemampuan untuk terus bersirkulasi di antara manusia. Sementara kasus H5N1 pada manusia selama ini lebih banyak berkaitan dengan paparan terhadap hewan yang terinfeksi. Karena belum memiliki kemampuan penularan antar manusia yang efisien dan berkelanjutan, H5N1 belum menjadi flu musiman pada manusia.

Mungkinkah Flu Burung H5N1 Berubah Jadi Flu Musiman?

The US Center of Disease Control and Prevention (US CDC), terus memantau flu burung H5N1 karena virus ini memiliki risiko bermutasi dan mendapatkan kemampuan penularan antar manusia.

Virus influenza dapat mengalami perubahan genetik. Salah satu mekanismenya disebut reassortment, yaitu ketika dua virus influenza berbeda menginfeksi sel yang sama dan kemudian bertukar bagian materi genetik. Proses ini berpotensi menghasilkan virus dengan kombinasi sifat baru. Secara teori, perubahan tersebut dapat memengaruhi kemampuan virus dalam menginfeksi spesies tertentu atau menyebar di antara inang.

Selain reassortment, virus juga dapat mengalami mutasi secara bertahap ketika memperbanyak diri. Mutasi tertentu berpotensi mengubah kemampuan virus dalam berikatan dengan reseptor pada saluran pernapasan manusia. Perubahan-perubahan tertentu dapat memengaruhi sifat virus, termasuk kemampuan beradaptasi dengan inang yang baru. Namun, kemampuan tersebut belum ditunjukkan oleh H5N1 yang sedang beredar saat ini.

Singkatnya, H5N1 bisa menginfeksi manusia, tetapi belum menunjukkan kemampuan untuk menyebar secara efisien dan berkelanjutan dari manusia ke manusia. Selama kemampuan itu belum dimiliki H5N1, flu burung tidak menunjukkan pola penyebaran seperti flu musiman.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sama-sama Influenza A, Kenapa Flu Burung Tak Ikut Jadi Flu Musiman?"