![]() |
| Foto: Ilustrasi penuaan (Getty Images/Vajirawich Wongpuvarak) |
Pilihan yang dilakukan sehari-hari dapat berpengaruh besar terhadap proses penuaan. Menurut seorang dokter yang fokus pada umur panjang, beberapa kebiasaan buruk mungkin terlihat sepele, tetapi sebenarnya dapat memberikan dampak nyata pada tubuh.
Kabar baiknya, kebiasaan tersebut masih bisa diperbaiki dan dampaknya dapat diminimalkan.
"Perempuan berusia 30-an dan 40-an memiliki sesuatu yang sangat berharga yang tidak bisa diberikan oleh suplemen, obat-obatan, maupun biohack di kemudian hari, yaitu waktu," ujar Dr Robin Berzin, pendiri sekaligus CEO Parsley Health, kepada The Post.
Berikut beberapa kebiasaan yang sering dianggap sepele tapi bisa mempercepat penuaan:
1. Duduk Sepanjang Hari dan Menganggap Sekali Olahraga Cukup
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, termasuk dua hari untuk latihan kekuatan. Namun, bukan berarti seseorang bisa duduk-duduk selama 23 jam setelah berolahraga.
Sebuah studi yang diterbitkan pada Februari 2024 menemukan, wanita lanjut usia yang duduk lebih dari 11 jam sehari memiliki risiko kematian dini 57 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang duduk kurang dari sembilan setengah jam sehari.
"Sisipkan gerakan ke dalam rutinitas harian Anda: berjalan kaki setelah makan, gunakan tangga, berdiri secara teratur, dan jaga kekuatan otot," kata Berzin, seorang dokter lulusan Columbia dan ahli pengobatan fungsional.
2. Kekurangan Protein Kronis tapi Olahraga Berlebihan
Dr Berzin menyarankan agar wanita berhenti fokus pada angka timbangan. Mulailah memikirkan pertumbuhan otot.
"Tujuan di usia paruh baya seharusnya semakin bergeser dari penurunan berat badan dengan segala cara menjadi mempertahankan massa otot," jelasnya.
Makan lebih sedikit sambil menghabiskan banyak waktu di treadmill bisa menghambat tujuan tersebut. Sebaliknya, mengonsumsi protein yang cukup bisa meningkatkan pertumbuhan dan mempertahankan massa otot.
Otot merupakan aset kunci untuk umur yang panjang, membantu mengatur kadar gula darah, mendukung metabolisme, memperkuat tulang, hingga menjaga keseimbangan, mobilitas, dan kemandirian seiring bertambahnya usia.
3. Tidak Mengetahui Angka Kesehatan Dasar Tubuh
Yang dimaksud dengan angka kesehatan adalah berbagai hasil pemeriksaan darah dan metabolisme, termasuk tekanan darah, metabolisme glukosa, kadar zat besi, kolesterol, komposisi tubuh, dan lipid.
Perempuan sebaiknya memperhatikan berbagai indikator tersebut sepanjang masa dewasa dengan mengetahui kondisi dasarnya sejak dini dan memantau perubahan tubuh dari waktu ke waktu. Baru mulai memperhatikannya pada usia 55 tahun bisa saja terlambat, karena perubahan pada indikator tersebut dapat berkaitan dengan munculnya penyakit, bahkan sebelum gejala terlihat.
"Hal pertama yang menunjukkan bahwa Anda menua lebih cepat seharusnya bukanlah sebuah diagnosis," kata Berzin.
4. Baru Menjaga Kesehatan setelah Munculnya Gejala Penyakit
Memperhatikan tanda-tanda vital dari waktu ke waktu bisa memberi hasil yang baik dalam jangka panjang. Menurut Berzin, kemungkinan kesalahan terbesar dari semuanya adalah menunggu tanda-tanda penyakit muncul baru kemudian bertindak.
"Banyak penyakit kronis berkembang tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun sebelum menunjukkan gejala apa pun," katanya.
Semakin dini memulainya, semakin baik untuk fokus pada faktor-faktor penting dan membangun dasar yang mendukung proses penuaan yang sehat.
"Tujuannya bukanlah untuk terobsesi dengan umur panjang," kata Berzin. "Tetapi untuk menggunakan waktu itu untuk membangun otot, tulang, kesehatan metabolisme, dan kesehatan kardiovaskular yang akan Anda miliki selama 40 tahun ke depan," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "4 Kebiasaan yang Sering Dianggap Sepele tapi Bisa Bikin Wanita Menua Lebih Cepat"
