Hagia Sophia

15 October 2026

Jasad 'Green Boots' yang Membeku di Everest Akan Dipulangkan 2027

Foto: Getty Images/hadynyah

Identitas jasad pendaki yang membeku selama 30 tahun di Gunung Everest terungkap melalui tes DNA. Pendaki asal India bernama Dorje Morup itu rencananya akan dipulangkan ke kampung halamannya pada 2027.

Selama puluhan tahun, jasad Morup dikenal di kalangan pendaki Everest melalui sepatu-nya yang mencolok di tengah hamparan salju, dikenal 'Green Boots'. Jasad tersebut bahkan menjadi salah satu penanda di jalur pendakian menuju puncak tertinggi dunia itu.

Morup meninggal dalam badai dahsyat di dekat puncak Everest pada 1996. Bencana menewaskan delapan orang dan menjadi salah satu peristiwa yang diceritakan dalam buku Into Thin Air karya jurnalis sekaligus pendaki Jon Krakauer.

Sebelum kejadian itu, Morup merupakan bagian dari tim pendaki India yang berusaha menaklukkan Everest melalui jalur utara. Ia bertugas di Indo-Tibetan Border Police (ITBP), bersama dua rekannya, Tsewang Paljor, dan Tsewang Smanla.

Ketiganya dikenal sebagai pendaki andal dan memiliki hubungan dekat layaknya keluarga. Rekaman video yang baru terungkap memperlihatkan kebersamaan mereka sebelum tragedi terjadi, termasuk saat menyiapkan perlengkapan dan berbagi makanan di tenda.

Pemimpin ekspedisi tersebut, Harbhajan Singh, menjadi salah satu orang terakhir yang melihat ketiganya sebelum mereka tewas. Dalam wawancara dengan media di kediamannya di Punjab, Singh mengenang ketahanan fisik rekan-rekannya selama pendakian.

"Seingat saya, mereka tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kelelahan," kata Singh.

Ia menggambarkan Morup sebagai sosok yang mudah bergaul, pendiam, rajin bekerja, dan tidak suka menyombongkan diri.

Terjebak Badai di Ketinggian Ekstrem

Pada 10 Mei 1996, tim pendaki India menjalankan misi membuka jalur menuju Second Step sekaligus memeriksa kestabilan tangga yang terpasang di tebing. Bagian jalur sepanjang sekitar 40 meter itu menjadi salah satu titik paling menantang dalam pendakian Everest.

Saat itu, Singh memutuskan tidak melanjutkan perjalanan setelah melihat awan mulai terbentuk di sekitar puncak, yang menjadi tanda kemungkinan cuaca buruk.

Namun, tiga pendaki lainnya tetap bertekad mencapai puncak. Mereka menghubungi base camp melalui radio dan melaporkan keberhasilan mencapai puncak Everest.

Kegembiraan tim di base camp tidak berlangsung lama. Badai menerjang dengan cepat dan membuat para pendaki kesulitan turun dari gunung.

Pendaki asal Norwegia, Jon Gangdal, yang saat itu berkomunikasi dengan tim India, memperingatkan betapa sulitnya melewati jalur tersebut dalam kondisi cuaca ekstrem.

"Mereka bisa diterjang embusan angin yang sangat kuat," ujarnya.

Angin yang membawa salju dan es dilaporkan mencapai kecepatan 150-200 km per jam. Suhu di kawasan tersebut juga dapat turun hingga minus 60 sampai 80 derajat Celsius, sehingga paparan cuaca ekstrem menjadi sangat berbahaya.

Morup berusaha turun di tengah badai, tetapi tidak pernah kembali dengan selamat. Jasadnya kemudian ditemukan berada di sebuah ceruk kecil di jalur pendakian, dengan sepatu birunya terlihat di antara salju.

Jasad Akan Dibawa Pulang pada 2027

Setelah identitas Morup dipastikan melalui tes DNA, India mulai mencari tim Sherpa berpengalaman untuk menjalankan misi evakuasi jasadnya dari Everest.

Menurut pejabat ITBP, operasi tersebut diperkirakan berlangsung pada musim pendakian April-Mei 2027. Pelaksanaannya masih menunggu penyelesaian prosedur, termasuk persetujuan dan izin yang diperlukan.

Misi ini diperkirakan tidak mudah. Setelah membeku selama tiga dekade, kondisi tubuh Morup menjadi sangat kaku dan berat sehingga proses pemindahannya akan lebih sulit.

Di sisi lain, tim penyelamat juga harus menghadapi medan ekstrem dan kondisi cuaca yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Selama 30 tahun, sepatu biru Morup menjadi penanda bagi para pendaki yang melewati jalur tersebut. Kini, setelah identitasnya terungkap, India berharap dapat membawa pulang jasadnya dan mengakhiri penantian panjang untuk memulangkannya ke kampung halaman.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jasad 'Green Boots' yang Membeku di Everest Sejak 1996 Baru Akan Dipulangkan 2027"