![]() |
| Foto: Istimewa |
Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Budi Wiwieko mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan, akan bahaya paparan zat Bisfenol A (BPA) pada kemasan makanan dan minuman terhadap kesehatan reproduksi. Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membatasi kadar BPA sebesar 0,6 ppm, zat kimia ini tetap berisiko terakumulasi di dalam tubuh.
Prof. Budi menjelaskan akumulasi BPA dalam kadar tertentu dapat memicu gangguan hormon dan mengganggu proses reproduksi.











