Hagia Sophia

05 October 2026

Usai Makan Bangkai Kambing, Sejumlah Warga Gunungkidul Positif Antraks

Foto: Getty Images/Kittisak Kaewchalun

Sejumlah warga di Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, terpapar antraks. Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengungkap, pasien terinfeksi setelah menyembelih dan mengonsumsi kambing yang mati mendadak.

"Awalnya ada warga yang periksa ke Puskesmas dan ternyata mengalami gejala klinis antraks. Setelah penyelidikan epidemiologi ada tujuh orang suspek antraks," kata Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono, saat dihubungi detikJogja, Kamis (1/10/2026).

Kejadian itu, lanjut Ismono terjadi pada awal bulan September 2026. Ismono melanjutkan, tujuh orang tersebut ternyata memiliki riwayat kontak langsung dengan kambing yang mengalami kondisi lemas dan kemudian mati mendadak.

"Kemudian tujuh orang itu menjalani PCR dan hasilnya yang positif konfirmasi antraks ada empat orang," ujarnya.

Dari temuan tersebut, Dinkes melanjutkan penelusuran terhadap orang yang memiliki riwayat kontak langsung dengan kambing tersebut. Hasilnya, ada 47 orang yang berisiko terpapar antraks.

"Pasien konfirmasi sudah diobati dan sembuh, sedangkan populasi berisiko seluruhnya diberikan antibiotik profilaksis. Selain itu, polulasi berisiko tetap diamati sampai 60 hari atau dua kali masa inkubasi," katanya.

Ismono menambahkan, pemberian profilaksis dan pemantauan kesehatan terhadap suspek antraks dan populasi berisiko sebagai upaya pencegahan munculnya kasus tambahan.

"Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya menyembelih, mengolah maupun mengonsumsi hewan yang sakit atau mati mendadak. Serta pentingnya pelaporan segera apabila ditemukan kematian hewan ternak yang tidak diketahui penyebabnya," ujarnya.

Di sisi lain, antraks merupakan penyakit serius yang umumnya disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini secara alami ditemukan di tanah di berbagai belahan dunia dan kerap menginfeksi hewan ternak maupun hewan liar.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, manusia dapat terinfeksi antraks ketika melakukan kontak dengan spora bakteri yang berasal dari hewan terinfeksi atau produk hewan yang terkontaminasi. Spora antraks dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka atau goresan pada kulit, terhirup melalui saluran pernapasan, maupun tertelan melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi.

Sementara itu, hewan ternak dan hewan liar dapat terinfeksi ketika menghirup, memakan, atau meminum sesuatu yang mengandung spora antraks dari tanah, tanaman, maupun air yang telah terkontaminasi. Hewan yang rentan terinfeksi antara lain sapi, domba, kambing, antelop, dan rusa.

Gejala antraks bergantung pada jenis infeksi yang dialami. Gejala dapat muncul mulai dari satu hari hingga lebih dari dua bulan setelah seseorang terpapar bakteri penyebab antraks.

Tanpa penanganan yang tepat, semua jenis antraks berpotensi menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan penyakit berat, bahkan berujung pada kematian.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "4 Warga Gunungkidul Positif Antraks Usai Makan Bangkai Kambing"