Hagia Sophia

13 December 2024

Pengantin Ini Jadi Suami Istri Saat Berusia 102 dan 100 Tahun

Pengantin baru tertua di dunia. (Foto: Dok. Sarah Sicherman)

Marjorie Fiterman, 102, dan Bernie Littman, 100, telah menjalani hidup mereka dengan luar biasa. Namun, ketika pasangan mereka meninggal, tak satu pun dari mereka menyangka akan menemukan cinta baru di fasilitas perawsatan lansia.

Diberitakan The Jewish Cronichle, keduanya dinobatkan oleh The Guiness World Record sebagai pasangan pengantin baru tertua di dunia. Umur keduanya jika digabungkan mencapai 202 tahun.

Pria Ini Kena Kanker Kolorektal Stadium 4, Awalnya Ngeluh Sakit Perut

Seorang pria bernama Joe Faratzis berbagi pengalamannya mengidap kanker usus besar stadium 4. Ia didiagnosis penyakit tersebut saat berusia 28 tahun. Foto: TikTok /@radiant14percent

Seorang pria bernama Joe Faratzis membagikan perjuangannya mengidap kanker kolorektal atau usus besar stadium 4 di usia muda. Pria asal Los Angeles, AS, itu mengaku didiagnosis penyakit tersebut pada usia 28 tahun.

Semula hal ini berawal dari tahun 2019. Pria yang kini berusia 34 tahun itu mengaku merasa sedikit nyeri perut setiap kali membungkuk, seperti mengikat tali sepatu. Nyeri yang dirasakannya berada pada bagian kanan bawah perut dan muncul secara berkala, sekali atau dua kali seminggu.

Cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan Akan Diterapkan di 2025?

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. (Foto: DetikHealth/Averus Al Kautsar)

Cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) sempat diwacanakan bakal diterapkan pada 2025, di tengah tingginya kasus diabetes. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut hal itu sebetulnya sudah dibahas dan disiapkan dalam bentuk rekomendasi.

Namun, pihaknya masih memprioritaskan program quick win dari Presiden RI Prabowo Subianto. Walhasil, belum bisa dipastikan apakah cukai minuman berpemanis benar-benar diterapkan tahun depan.

WHO: Penyakit Misterius di Kongo Menyebar di Kalangan Anak-anak

Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage

Penyakit misterius di Republik Demokratik Kongo menyebar di kalangan anak-anak. Paling berbahaya bila menyerang mereka dengan kondisi kekurangan gizi parah, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO tengah mengirim para ahli ke wilayah tersebut untuk menyelidiki wabah.

Dalam rilis terbaru yang dipublikasikan Minggu malam (8/12/2024), WHO mencatat 406 kasus penyakit misterius alias tidak diketahui penyebabnya, sepanjang 24 Oktober hingga 5 Desember, 31 di antaranya meninggal dunia.

Nenikah dengan Sepupu Dilarang di Inggris, Hindari Risiko Kawin Sedarah

Ilustrasi menikah. (Foto: Getty Images/kyonntra)

Anggota parlemen Inggris mengajukan usulan melarang menikahi sepupu pertama. Risiko pernikahan sedarah juga turut disinggung dalam pengajuan tersebut.

"Pernikahan sepupu pertama menimbulkan kekhawatiran serius baik di Inggris maupun di seluruh dunia," kata anggota Parlemen Konservatif untuk Basildon dan Billericay Richard Holden yang mengusulkan aturan tersebut dikutip dari The Telegraph, Selasa (10/12/2024).

Dampak Pemyakit Misterius di Kongo, Hong Kong Perketat Pintu Masuk

Ilustrasi (Foto: AP/Bertha Wang)

Pihak berwenang Hong Kong telah meningkatkan tindakan pemeriksaan kesehatan untuk semua penerbangan yang datang dari pusat transit Afrika. Hal ini menyusul risiko penyakit tak dikenal yang menewaskan sedikitnya 79 orang di Republik Demokratik Kongo.

Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong mengatakan pada hari Kamis (5/12/2024) bahwa pihaknya telah meminta informasi tentang wabah tersebut dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, dan otoritas kesehatan Kongo.

Sering Kehujanan Tubuh Jadi Gampang Sakit? Ini Faktanya

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/skynesher)

Menjelang tahun baru umumnya ditandai dengan semakin intensnya hujan turun. Bagi seseorang yang banyak berkegiatan di luar ruangan, perlengkapan seperti payung dan jas hujan tidak boleh terlewatkan.

Namun, terkadang seseorang dapat melupakan untuk membawa benda tersebut sehingga dapat membuat tubuh kehujanan. Sebagian orang menganggap bahwa kehujanan dapat menyebabkan tubuh mudah untuk jatuh sakit. Lantas, benarkah demikian?