Hagia Sophia

16 August 2026

Heboh Konten Usus Buntu Berbau 'Black Campaign', Ini Kata Pakar

Unggahan kontroversial soal pengalaman berobat di Penang memantik kontroversi di kalangan medis. Foto: Getty Images/Victoria Kotlyarchuk

Netizen tengah ramai membandingkan pelayanan kesehatan antara rumah sakit di Indonesia vs luar negeri. Berawal dari content creator Fahira Almira yang mengunggah pengalaman berobat usus buntu, lalu berujung tudingan endorsement dari RS di Penang, Malaysia.

Perbedaan diagnosis usus buntu antara tiga rumah sakit di Indonesia dan RS Penang berakhir menjadi spekulasi publik soal dugaan "black campaign" yang dilakukan kreator tersebut. Sebagian kalangan meyakini, konten tersebut merupakan iklan terselubung.

Dinilai bisa mencederai citra profesi dokter, unggahan tersebut jadi sorotan banyak pihak. Salah satunya dari dokter sekaligus pakar Global Health Security, dr Dicky Budiman.

Menurut dr Dicky, perlu ada investigasi lebih lanjut terhadap kasus ini. Kementerian Kesehatan RI, menurutnya perlu mendalami kontroversi ini agar tidak menjatuhkan reputasi dokter Indonesia.

"Saran saya, ya, investigasi resmi dari Kemenkes supaya ada langkah proporsional dan tepat, ya, untuk memverifikasi apakah ini kritik jujur berbasis fakta medis atau kampanye komersial terselebung," kata dr Dicky kepada detikcom, Selasa (11/8/2026).

Ia menambahkan, Kemenkes dapat melakukan verifikasi dengan meminta rekaman medis resmi jika ada keraguan diagnosis.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merespons hal ini dengan mengatakan pihaknya belum melihat dan akan mengecek terlebih dahulu konten video tersebut.

"Saya belum lihat, tapi nanti saya akan catat, nanti aku cari," ujar Menkes Budi pada wartawan saat ditemui di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (11/8).

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gaduh Konten Usus Buntu Berbau 'Black Campaign', Kemenkes RI Ditantang Investigasi"