Hagia Sophia

29 September 2025

Ini Kata Pakar Terkait Tingginya Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis

Program pemerintah Makan Begizi Gratis (MBG) di Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)

Makan bergizi gratis (MBG) yang merupakan program prioritas pemerintah menjadi sorotan pasca banyaknya kasus keracunan makanan pada anak. Hingga September 2025, sudah tercatat lebih dari 6 ribu kasus.

Hal ini menjadi perhatian para pakar, salah satunya epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman. Menurutnya risiko keracunan dapat ditekan dengan penerapan standar sederhana, seperti kontrol suhu, cuci tangan, dan pengawasan yang konsisten.

Ribuan Anak Keracunan, BPKN RI: Evaluasi Total MBG

Anak korban keracunan MBG. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI), Mufti Mubarok mengatakan harus ada evaluasi menyeluruh terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini setelah adanya ribuan anak yang 'tumbang' karena keracunan makanan.

"Kejadian ini harus menjadi alarm bagi semua pihak. Pengadaan makanan massal tanpa standar mutu, higienitas, serta rantai distribusi yang jelas, berpotensi besar menimbulkan risiko keracunan. Ribuan korban dari kasus MBG adalah tragedi yang tidak boleh terulang kembali," ujar Mufti Mubarok dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/9).

Anak Pengidap PJB Tunggu 2 Tahun untuk Operasi Akibat Kurangnya Dokter Spesialis

Ilustrasi (Foto: Getty Images/peshkov)

Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Dr dr Iwan Dakota, SpJP mengatakan saat ini antrean pasien anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) membludak. Bahkan, pasien bisa menunggu hingga dua tahun untuk bisa mendapatkan penanganan.

"Jadi khusus penyakit jantung anak, di data kami mungkin 2.000-an (pasien antre), dan itu lima bulan lalu. Mungkin sekarang jauh lagi. Ini karena sebagian besar (pasien anak PJB) dikirim ke sini," kata dr Iwan di sela kunjungan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) ke RSJPD Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu (24/9/2025).

Ikan Hiu Goreng Jadi Menu MBG, Waspadai Merkurinya Tinggi

Ompreng MBG di Kalbar. (Foto: Dok. Istimewa)

Sebanyak 25 orang yang terdiri dari 24 siswa dan satu orang guru di SDN 12 Benua Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat, keracunan makanan program makan bergizi gratis. Pemicunya disebut-sebut karena menu ikan hiu goreng yang disajikan sebagai menu MBG.

Menanggapi kejadian tersebut, dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Yogi Prawira, SpA mengatakan ikan hiu berpotensi menyebabkan keracunan karena kandungan logam merkurinya tinggi.

Jangan Abaikan Keluhan pada Anak Ini, Ada Kemungkinan Gejala Kanker

Foto: Getty Images/iStockphoto/Golfcuk

Tak terkecuali pada anak, kanker kerap kali terlambat dideteksi lalu menjadi lebih sulit ditangani. Dokter spesialis anak dari RS Kanker Dharmais, dr Mururul Aisyi, SpA(K), menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap gejala-gejala awal yang sering dianggap sepele.

dr Aisyi menjelaskan, salah satu contoh kanker pada anak adalah leukemia. Gejalanya dapat berupa demam, pucat, serta perdarahan. Pada kondisi lebih lanjut, bisa muncul pembesaran hati, limpa, kelenjar getah bening, bahkan pembesaran testis pada anak laki-laki. Anak juga dapat mengalami pincang atau gangguan keseimbangan.

Ini Gejala Kanker Limfoma pada Anak yang Sulit Dibedakan

Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph

Kanker pada anak kerap sulit dikenali sejak dini karena gejalanya samar dan mirip kondisi umum yang dianggap normal. Salah satu jenis yang perlu diwaspadai adalah limfoma, kanker yang menyerang sistem getah bening.

Menurut dokter spesialis anak konsultan RS Kanker Dharmais, dr Mururul Aisyi, SpA(K), limfoma umumnya dialami anak usia di atas lima tahun. Gejala awal yang sering muncul adalah pembesaran kelenjar getah bening, terutama di area leher.

LaLiga: Barcelona Vs Sociedad, El Barca Menang 2-1

Foto: Getty Images/Pedro Salado

Barcelona meraih kemenangan 2-1 di kandang atas Real Sociedad. Kemenangan ini membawa Blaugrana menggusur Real Madrid dari puncak klasemen LaLiga.

Barcelona menjamu Real Sociedad pada laga lanjutan Liga Spanyol di Estadi Olimpic Lluis Company, Minggu (28/9/2025). El Barca tampil menyerang di awal laga.