Hagia Sophia

12 October 2026

Otoritas Rusia: Tak Ada Risiko Wabah Pes di Siberia

Foto: REUTERS/Stringer

Regulator kesehatan Rusia pada Rabu mengatakan tidak ada risiko wabah penyakit menular terjadi di Siberia setelah seorang pekerja di sebuah institut penelitian penyakit pes meninggal dunia. Pernyataan itu disampaikan ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta Moskow memberikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian pekerja tersebut.

Dikutip Reuters, otoritas Rusia mengatakan pekerja laboratorium berusia 28 tahun itu meninggal pada Jumat lalu akibat pneumonia yang hingga kini belum diketahui penyebabnya. Kasus tersebut memicu kekhawatiran internasional, termasuk dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sekitar 200 orang sempat ditempatkan dalam karantina.

Terlebih, Pejabat kesehatan global, serta media di berbagai negara, menjadi lebih waspada terhadap kasus pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui sejak pandemi COVID-19. Pandemi tersebut bermula dari klaster penyakit pernapasan yang menyebar cepat dan menyebabkan kematian di China.

WHO juga sebelumnya memperkirakan risiko kasus di Rusia terhadap masyarakat umum berada pada tingkat rendah berdasarkan informasi yang telah tersedia. Namun, dalam konferensi pers pada Rabu, WHO mengatakan belum dapat melakukan penilaian risiko secara menyeluruh karena informasi dari otoritas Rusia masih terbatas.

Rospotrebnadzor, badan pengawas kesehatan Rusia, mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya mulai menghentikan langkah-langkah pencegahan yang sebelumnya diterapkan setelah menyimpulkan tidak ada risiko wabah. Rospotrebnadzor juga mengatakan telah membagikan informasi terbaru kepada WHO.

Tidak ada kasus penyakit pes yang ditemukan pada orang-orang yang melakukan kontak dengan pekerja yang meninggal tersebut, Darya Shipilova. Sebanyak 90 persen orang yang sebelumnya ditempatkan dalam karantina telah dibebaskan setelah hampir 5.000 pemeriksaan laboratorium tidak menemukan patogen berbahaya.

Rospotrebnadzor mengatakan Shipilova telah mendapatkan vaksinasi sehingga "kebal terhadap infeksi berbahaya yang menjadi bagian dari pekerjaannya". Namun, badan tersebut tidak menjelaskan apa yang menyebabkan pneumonia yang merenggut nyawanya maupun bagaimana ia bisa jatuh sakit.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Otoritas Rusia Tanggapi Kematian Pekerja Lab, Sebut Tak Ada Risiko Wabah Pes di Siberia"