Hagia Sophia

12 October 2026

CDC AS Pantau Pelancong dari Siberia

Foto ilustrasi: ANDREY RUDAKOV/BLOOMBERG VIA GETTY IMAGES

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS) merespons kabar meninggalnya seorang pekerja institut pes di Siberia, Rusia.

Pekerja tersebut dilaporkan tewas akibat pneumonia yang belum dipastikan penyebabnya, memicu kekhawatiran internasional terkait potensi penyebaran wabah pes paru (pneumonic plague).

Direktur CDC, Erica Schwartz, menegaskan risiko penyebaran infeksi ini ke wilayah AS sejauh ini berada pada tingkat yang sangat rendah. Meski demikian, pihak otoritas tetap bersiap melancarkan pengawasan ketat terhadap setiap penumpang yang datang dari wilayah tersebut.

"Kami bekerja sama dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, Departemen Perang, serta lembaga pemerintah lainnya untuk memastikan kami tahu pasti jika ada orang dari wilayah tersebut yang masuk ke Amerika Serikat," kata Schwartz dalam acara The Future of Health di Washington, dikutip dari The Straits Times.

CDC telah menyiagakan pos kesehatan pelabuhan (port health station) di Bandara Internasional John F Kennedy (JFK), New York. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk memantau dan melakukan screening terhadap travelers asal Siberia yang tiba di AS.

Di sisi lain, juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat atau Health and Human Services (HHS) AS mencatat, setidaknya ada sekitar 200 orang dari wilayah Siberia yang bepergian ke AS setiap tahunnya.

Namun, risiko penularan langsung dinilai makin kecil mengingat penerbangan langsung antara Rusia dan AS sudah dihentikan, sejak pecahnya perang Ukraina pada 2022.

Pemerintah Rusia melalui regulator kesahatannya juga menegaskan tidak ada risiko lonjakan wabah di Siberia pasca insiden tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump turut mengomentari isu ini dan menyatakan keyakinannya bahwa kematian pekerja di Siberia tersebut bukan disebabkan oleh senjata biologis (bioweapon).

"Apa yang kami lakukan saat ini adalah memastikan kami memahami betul ancaman tersebut dari seluruh lini pemerintahan. Kami sangat yakin risikonya bagi Amerika Serikat sangat rendah," pungkas Schwartz.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "CDC AS Pantau Pelancong dari Siberia Usai Kematian Pekerja Lab Rusia"