Hagia Sophia

22 March 2024

Kemenkes: Ada 35 Ribu Lebih Kasus DBD di Indonesia, 290 Meninggal di 2024

Fogging demam berdarah dengue (Foto: Pradita Utama)

Kementerian Kesehatan RI mencatat sejak awal tahun 2024 hingga 18 Maret 2024, ada sekitar 35.556 kasus demam berdarah dengue (DBD). Di antara kasus tersebut, sebanyak 290 pasien meninggal dunia.

"DBD sudah dilaporkan di 350 kabupaten/kota di 24 provinsi. Kematian terjadi di 92 kabupaten/kota," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr Imran Pambudi dalam temu media di Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2024).

Imran mengatakan kasus DBD terbanyak terjadi di Provinsi Jawa Barat dengan 10.426 pasien. Disusul Jawa Timur dengan 3.638 kasus dan Jawa Timur 2.763 kasus.

Peningkatan kasus DBD di Indonesia disebut terjadi karena beberapa hal, salah satunya curah hujan yang anomali. Belakangan, cuaca di Indonesia terpantau tidak menentu sehingga membuat nyamuk Aedes Agepty mudah berkembang biak.

"Sekarang hujannya ini aneh. Bisa hujan deras selama beberapa hari, kemudian panas. Ini yang menyebabkan genangan dari hujan tersebut menimbulkan breeding places, sarang nyamuk yang semakin banyak," jelas Imran.

"Lebih aman kalau hujannya terus menerus, sehingga airnya terganti. Hujan yang terjadi sekarang justru bahaya jika terkait DBD," sambungnya.

Kemenkes mendorong setiap kabupaten di seluruh wilayah Indonesia untuk siap dalam menghadapi demam berdarah dengue. Persiapan yang bisa dilakukan yakni mengingatkan masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) hingga mempersiapkan fasilitas layanan kesehatan termasuk obat-obatan.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Alert! Kasus DBD RI Tembus 35 Ribu, 290 Pasien Meninggal Sepanjang 2024"