Hagia Sophia

21 August 2026

Kebiasaan Simpel yang Bisa Pangkas Risiko Kematian Akibat Sakit Jantung

Foto: Ilustrasi sakit jantung (Getty Images/Nansan Houn)

Ada kebiasaan sehari-hari yang tak disadari berdampak pada risiko rendah kematian dini, terutama akibat jantung. Aktivitas apakah itu?

Dikutip dari laman NYPost, berdasarkan analisis yang dipimpin oleh para peneliti di University of East Anglia (UEA) dan Norfolk and Norwich University Hospital, orang yang menaiki tangga memiliki risiko 39 persen lebih rendah meninggal karena penyakit kardiovaskular, serta 24 persen lebih rendah meninggal karena penyebab lainnya, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak menaiki tangga. Penelitian baru ini diterbitkan pada 13 Agustus 2025 dalam American Journal of Cardiovascular Drugs.

UEA juga melaporkan bahwa orang yang menaiki tangga cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kondisi kardiovaskular utama, seperti serangan jantung, stroke, serta gagal jantung.

"Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan kasus yang hampir berlipat ganda antara tahun 1990 dan 2019," kata Vassilios Vassiliou, dari Sekolah Kedokteran Norwich UEA, dalam siaran pers.

Setelah meninjau hampir 1.900 studi, para peneliti menganalisis data lebih dari 480 ribu orang di sembilan studi, dengan periode tindak lanjut rata-rata selama 14 tahun.

Peserta penelitian meliputi orang sehat serta mereka yang memiliki riwayat masalah jantung, serta berusia di antara 35 dan 84 tahun.

Temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara naik tangga dan risiko kematian yang lebih rendah. Kendati demikian, penelitian tidak membuktikan bahwa naik tangga secara langsung membantu orang hidup lebih lama.

Naik tangga merupakan bentuk olahraga sederhana tapi ampuh, sebab mengharuskan tubuh untuk berulang kali melawan gravitasi.

Aktivitas yang umumnya berdampak rendah ini melibatkan banyak kelompok otot, sekaligus memberi manfaat kardiovaskular serta pembentukan kekuatan.

Salah satu studi yang termasuk dalam analisis tersebut menunjukkan, menaiki tangga sekitar enam anak tangga per hari mungkin memberi manfaat terbesar. Namun, peneliti mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan jumlah yang optimal.

"Beberapa penelitian yang kami teliti menunjukkan bahwa semakin banyak tangga yang dinaiki, semakin besar manfaat kesehatannya," kata peneliti dari Norwich Medical School UEA, Sophie Paddock. "Namun, bahkan perubahan kecil pun memiliki dampak yang terukur."

Vassiliou mengatakan, lebih dari seperempat orang dewasa di seluruh dunia gagal memenuhi tingkat aktivitas yang direkomendasikan. Gaya hidup kurang gerak, merokok, kebiasaan makan yang buruk, dan obesitas, semua berkontribusi pada penyakit kardiovaskular.

"Bahkan aktivitas fisik singkat pun memiliki dampak kesehatan yang bermanfaat, dan menaiki tangga dalam waktu singkat seharusnya menjadi target yang dapat dicapai untuk diintegrasikan ke dalam rutinitas harian," kata Paddock.

Meski bermanfaat, perlu dicatat bahwa menaiki tangga mungkin tidak cocok untuk semua orang, terutama orang-orang dengan masalah mobilitas atau kondisi persendian.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kebiasaan Simpel yang Tak Disangka Pangkas Risiko Kematian akibat Sakit Jantung"