![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/Nungning20 |
Kepopuleran ube yang diolah menjadi berbagai sajian pencuci mulut (dessert) manis tengah menyihir para pencinta kuliner. Namun, bagi masyarakat yang sedang mengontrol berat badan atau berjuang terhindar dari obesitas, tren makanan berbahan dasar umbi ini perlu disikapi secara bijak.
Dokter Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze SpGK, membagikan panduan medis bagi masyarakat yang tetap ingin menikmati kelezatan ube tanpa harus merusak program diet atau memicu penumpukan kalori berlebih.
"Sebenarnya tidak ada orang sehat yang harus menghindari ube. Tapi tetap perlu dipertahankan porsinya," ungkap dr Yaze.
Atur Porsi dan Waspadai Gula Tambahan
Bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan (weight loss) maupun penderita gangguan metabolik seperti diabetes, kontrol porsi (portion control) serta pemulihan jenis olahan menjadi faktor yang paling krusial.
Bahaya utama lonjakan kalori yang memicu kegemukan biasanya bukan berasal dari ube itu sendiri, melainkan dari bahan pendamping yang dicampurkan dalam sajian kekinian.
"Orang dengan diabetes atau yang sedang mengontrol berat badan terutama perlu lebih berhati-hati dengan porsi dan produk olahan ube yang tinggi gula dan kalori," jelas dr Yaze.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awas Berat Badan Naik gegara Kebanyakan Makan Olahan Ube"
