![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/Lyalya Go) |
Fenomena El Nino berpotensi membuat sejumlah wilayah Indonesia mengalami kondisi yang lebih kering dan meningkatkan risiko cuaca panas. Di tengah teriknya matahari, kesehatan kulit menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Salah satu produk yang biasanya diwajibkan untuk dipakai guna menghadapi terik matahari adalah sunscreen atau tabir surya. Tapi, apakah ini saja cukup untuk menjaga kesehatan kulit?
Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr Sari Chairunnisa, SpDVE, FINSDV mengatakan tabir surya memang menjadi produk wajib yang harus dipakai untuk menjaga kulit dari panas.
"Di musim kemarau El Nino itu yang pertama penggunaan sunscreen, itu jangan sampai terlupa," kata dr Sari saat ditemui detikcom di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026).
"Penggunaan sunscreen itu sebetulnya sih anjuran re-apply itu tergantung paparan matahari. Tapi memang untuk kulit orang Indonesia, kira-kira per empat jam," sambungnya.
Namun, dr Sari mengatakan bahwa pada sebagian orang, mereka memiliki kulit yang lebih sensitif terhadap panas. Biasanya akan muncul kemerahan dan kering, sehingga butuh tambahan produk lain.
"Jadi penggunaan pelembap yang ada kandungan untuk anti-kemerahannya atau iritasinya itu menjadi sangat bermanfaat," katanya.
Cuaca panas, lanjut dr Sari juga patut diwaspadai oleh mereka yang kulitnya oily atau berminyak. Hal ini membuat pelembap dengan kandungan tertentu juga perlu diperhatikan.
"Penggunaan pelembap dengan kandungan niacinamide untuk mengontrol sebum itu juga bermanfaat," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cuaca Panas Imbas El Nino Bikin Kulit 'Protes', Pakai Sunscreen Aja Emang Cukup?"
