![]() |
| Foto: Ilustrasi stroke (Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media) |
Seorang pria berusia 39 tahun asal Sunshine Coast, Australia, mengalami beberapa kali stroke setelah tidak menyadari bahwa gejala yang dialaminya merupakan tanda kondisi serius tersebut.
Dikutip dari laman People, pada Februari lalu, pria bernama Dru Arnold itu tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami stroke yang berpotensi mengancam nyawa.
Ia mencoba tidur untuk meredakan migrain dan bicara cadel yang dialaminya. Namun, setelah itu, ia kembali mengalami dua serangan stroke secara beruntun sepanjang malam.
"Saya bangun keesokan harinya dengan perasaan baik-baik saja, jadi saya sarapan dan mencuci mobil," kata Arnold.
"Beberapa saat kemudian, saya berbicara dengan istri saya melalui telepon. Ia mengatakan bahwa cara bicara saya semakin tidak jelas, sehingga segera memanggil ambulans. Saya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Universitas Sunshine Coast," lanjutnya.
Saat menjalani pemeriksaan, Arnold diketahui pernah mengalami stroke dua tahun sebelumnya.
"Orang-orang yang menjalani kehidupan normal tidak banyak mengetahui tentang stroke, termasuk gejala dan tanda-tandanya," kata Arnold.
"Seandainya kami tahu, mungkin kondisi saya bisa lebih baik. Kami bisa tiba di rumah sakit sehari lebih awal dan mungkin keadaannya tidak akan seburuk ini," tambahnya.
Setelah menjalani perawatan di Sunshine Coast University Hospital (SCUH), Arnold kini telah pulih dari sebagian besar gejala stroke yang dialaminya.
"Sebagian besar kemampuan berbicara dan ingatan saya telah pulih. Saya masih merasa lelah, tetapi seiring waktu, saya pikir saya akan pulih sepenuhnya," kata Arnold dalam siaran pers tersebut.
"Sejujurnya, saya tidak mengetahui tanda-tanda stroke, seperti sakit kepala, kabut otak, bicara cadel, dan kesulitan menggerakkan anggota tubuh sebagaimana mestinya. Saya adalah bukti bahwa usia bukanlah penghalang, dan ada banyak orang yang lebih muda dari saya yang mengalami kondisi jauh lebih buruk," lanjutnya.
Salah satu perawat di rumah sakit, Danika Lloyd, mengatakan bahwa Arnold sangat beruntung, mengingat lamanya waktu sebelum ia mendapatkan pertolongan medis.
"Mengingat usianya, kebanyakan orang mungkin tidak memikirkan hal-hal seperti itu," katanya, dikutip dari laman ABC News.
Sementara itu, konsultan perawat klinis stroke, Bailey McNamara, mengatakan bahwa mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin saat mengalami stroke sangat penting untuk meningkatkan peluang bertahan hidup.
"Kami menyadari bahwa banyak orang hanya memendam gejala mereka di rumah," katanya.
"Sayangnya, saat mereka tiba di rumah sakit, mereka mungkin sudah melewati jendela waktu untuk mendapatkan terapi hiperakut, seperti pemberian obat penghancur bekuan darah," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pria Usia 30-an Kena Stroke, Gejala Awalnya Keluhkan Nyeri di Kepala Seperti Ini"
