![]() |
| Foto: Ilustrasi bayi (Getty Images/iStockphoto/StockerThings) |
Pasangan yang ingin memiliki keturunan dapat menjalani berbagai metode program hamil (promil), mulai dari cara alami hingga teknologi reproduksi berbantu. Pemilihan metode ini perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan faktor yang memengaruhi kesuburan pasangan.
Spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) dari Alpha IVF Jakarta, dr Febriyan Nicolas K, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG, menjelaskan terdapat tiga metode promil yang dapat dilakukan.
Metode pertama adalah promil alami melalui sanggama terjadwal. Pasangan mengatur waktu berhubungan seksual sehingga peluang terjadinya pembuahan dapat meningkat.
"Ini kamu berhubungan jam segini, tanggal segini, gitu ya," kata dr Nico, dalam program detikSore, Selasa (13/10/2026).
Kedua, yaitu inseminasi. Berbeda dengan sanggama terjadwal, prosedur ini melibatkan bantuan medis untuk memasukkan sperma langsung ke dalam rahim.
Sebelum dimasukkan, sperma diproses dan dipilih terlebih dahulu. Dokter kemudian menggunakan kateter kecil untuk menyalurkan sperma ke dalam rahim.
"Kita bantu, kita olah spermanya, kita bersihkan, kita kasih nutrisi, mungkin kita masukkan di kateter kecil, kita bikinin jalan tol, kita semprot langsung ke dalam rahim," katanya.
Menurut dr Nico, inseminasi berpotensi meningkatkan peluang keberhasilan hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan metode alami.
Kemudian, metode ketiga adalah IVF atau fertilisasi in vitro, yang lebih dikenal masyarakat sebagai bayi tabung.
"Nah, nanti kalau IVF, misalnya yang ini udah nggak bisa nih, karena misalnya saluran telurnya tersumbat, jadi nggak bisa ketemu tuh sperma sama sel telur. Kita baru lakukan IVF," katanya.
Dalam prosedur ini, sel telur diambil dari ovarium, kemudian dicampurkan dengan sperma agar terjadi pembuahan di laboratorium. Sperma yang digunakan juga melalui proses seleksi.
"Nanti terbentuk embrio atau bakal janin, baru nanti kita masukkan ke dalam rahim," jelasnya.
Kualitas embrio menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan dalam prosedur bayi tabung.
"Yang paling utama mungkin embrio. Karena embrionya itu kualitasnya bagaimana. Sekarang kan kita udah ada pemeriksaan PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy) untuk melihat ada kelainan kromosom enggak di embrio. Jadi kita bisa tahu, oh ini embrio kualitasnya bagus," ungkapnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Obgyn Ungkap 3 Metode Promil, Kapan Bayi Tabung Diperlukan?"
