Hagia Sophia

18 October 2026

Penjelasan Dokter Obgyn Ketika Pasangan Disebut Infertil

Foto: Ilustrasi pasangan infertil (Getty Images/courtneyk)

Infertilitas menjadi salah satu masalah yang dihadapi pasangan yang ingin memiliki keturunan. Angka infertilitas di Indonesia kini mengalami peningkatan.

Spesialis obgyn dari Alpha IVF Jakarta, dr Febriyan Nicolas K, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG, mengatakan, infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan pasangan usia subur untuk memperoleh kehamilan setelah melakukan hubungan seksual tiga sampai empat kali dalam seminggu secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi selama satu tahun. Ada dua jenis infertilitas, yaitu primer dan sekunder.

"Kalau belum sama sekali punya anak, berarti maksudnya di infertil primer. Tapi kalau tadinya udah punya anak, atau udah pernah hamil, kemudian mau coba hamil lagi, tapi 1 tahun nggak punya hasil juga, kita masukkan di infertil sekunder," katanya dalam program detikSore, Selasa (13/10/2026).

Pemeriksaan dapat dilakukan saat pasangan wanita berusia di bawah 35 tahun dengan kategori infertilitas tersebut. Namun, bagi yang sudah berusia 35-40 tahun, tak perlu menunggu setahun. dr Nico menyebut enam bulan cukup.

Angka Infertilitas Meningkat

Secara statistik, angka infertilitas di Indonesia disebut mengalami peningkatan.

"Dulu itu infertilitas sekitar 10 persen dari populasi. Sekarang meningkat di 15%. Jadi, makin lama makin meningkat," kata dr Nico.

Menurutnya, kemungkinan penyebab infertilitas di antaranya pola makan yang tidak sehat, peningkatan obesitas, serta kebiasaan kurang bergerak. Kelebihan lemak tubuh dapat berkaitan dengan resistensi insulin, yakni kondisi ketika tubuh tidak merespons insulin secara optimal.

"Ya namanya lemak ya, yang fat yang disimpan, itu nantinya akan memengaruhi resistensi insulin. Nanti ada hubungannya tuh sama penyakit kalau pernah dengar, dulu namanya PCOS, sekarang diganti PMOS," kata dr Nico.

"Nah, itu hubungannya sama kadar lemak dilakukan. Semakin meningkat, resistensi semakin meningkat, perkembangan sel telur juga terhambat," tambahnya.

Pentingnya Pemeriksaan Sperma Terlebih Dahulu

Dokter menyoroti pentingnya pemeriksaan pada pria terlebih dahulu ketika mengalami infertilitas. Jika pemeriksaan pada wanita dilakukan lebih dulu, pasangan berisiko mengeluarkan biaya lebih besar, padahal penyebab kesulitan memperoleh keturunan bisa berasal dari faktor pria.

"Nah, kadang-kadang kita udah cek dulu perempuannya. Banyak banget udah dicek, habis 10 juta-juta, padahal masalahnya cuma di sperma," katanya.

Analisis sperma relatif lebih murah, mudah dilakukan, dan tidak menyakitkan. Pemeriksaan ini juga dapat membantu menentukan metode penanganan yang sesuai.

"Jadi langkah pertama pasti selalu sperma duluan. Setelah itu, baru kita cari masalah lain di istri," ungkap dr Nico.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kapan Pasangan Disebut Infertil? Ini Penjelasan Dokter Obgyn"