Hagia Sophia

22 October 2026

ASMC: "Alert Level 3 for the Southern ASEAN Region"

Foto: REUTERS/SUHAIMI ABDULLAH

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah negara Asia Tenggara. Kondisi ini mendorong Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialised Meteorological Centre/ASMC) mengaktifkan status siaga Level 3, tingkat tertinggi dalam sistem peringatan kabut asap di kawasan tersebut.

Dikutip dari Euronews, Senin (19/10/2026), polusi yang berlangsung selama berbulan-bulan telah menyebabkan sejumlah sekolah ditutup, meningkatkan gangguan pernapasan, dan membatasi aktivitas luar ruangan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste.

Dalam pemberitahuan di situs webnya pada Jumat, ASMC menyatakan telah mengaktifkan "Alert Level 3 for the Southern ASEAN region" atau status siaga Level 3 untuk kawasan ASEAN bagian selatan.

Status tersebut diaktifkan ketika terdapat risiko tinggi terjadinya kabut asap lintas batas yang parah. Peringatan ini berlaku ketika kabut asap dengan intensitas sedang hingga pekat terpantau meluas selama sedikitnya dua hari berturut-turut.

ASMC juga tercatat telah mengeluarkan dua peringatan Level 3 sepanjang tahun ini.

Pada Sabtu, Singapura menempati peringkat kedua dalam daftar langsung kota-kota besar paling berpolusi di dunia versi IQAir, setelah Baghdad, Irak. Sementara itu, Kuala Lumpur berada di peringkat ketiga. Kualitas udara di kota-kota tersebut dilaporkan berada pada kategori sangat berbahaya.

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Warga

Dampak kabut asap dirasakan warga di berbagai wilayah Asia Tenggara. Seorang guru berusia 39 tahun, Zul Hafiz, mendesak ASEAN mengambil tindakan untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Masalah ini harus dihentikan," kata Zul Hafiz kepada AFP pada Sabtu. Ia menyampaikan pernyataan itu saat bersepeda dari Shah Alam menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Di Indonesia, upaya penanganan kabut asap dilakukan di salah satu bandara utama di Sumatera Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan telah menyebarkan 2,4 ton es kering menggunakan pesawat untuk membantu mengatasi kabut asap.

"Asap tidak hanya mengurangi jarak pandang dan mengganggu operasional penerbangan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat," demikian peringatan badan tersebut.

Sementara itu, seorang pegawai bank berusia 33 tahun di Kuala Lumpur, Khairul Azhar, menilai kondisi tersebut merugikan warga Malaysia akibat perilaku negara tetangga yang dinilainya tidak bertanggung jawab.

"Hal ini mengganggu rutinitas akhir pekan kami, bukan hanya kami, tetapi juga banyak warga Malaysia lainnya," ujarnya kepada AFP.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, warga juga merasakan dampak kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah tersebut. Asap membuat langit tampak kuning hingga jingga.

Seorang mekanik berusia 38 tahun bernama Marzuki mengatakan kabut asap berdampak pada kesehatan dan perekonomian warga, termasuk menurunkan pendapatan mereka.

"Kondisi ekonomi saat ini sudah sangat sulit, dan kabut asap justru membuatnya semakin buruk," kata Marzuki kepada AFP. Ia menilai situasi tahun ini bahkan lebih buruk dibandingkan dengan sejumlah kejadian kabut asap besar sebelumnya, termasuk pada 2015.

Marzuki berharap hujan segera turun agar kebakaran dapat dipadamkan dan kabut asap menghilang sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas serta mencari nafkah dengan normal.

Warga Terpaksa Tetap Bekerja

Dampak kabut asap juga dirasakan pekerja harian. Joko, seorang pekerja konstruksi berusia 51 tahun, mengatakan dirinya tetap harus bekerja meskipun asap membuatnya sulit bernapas dan matanya terasa perih.

"Asap tebal yang terhirup membuat kami sulit bernapas dan mata terasa perih. Namun, mau bagaimana lagi? Inilah cara kami mencari nafkah," kata Joko.

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki penghasilan tetap dan mengandalkan pekerjaan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Di Timor Leste, kualitas udara pada Sabtu juga dilaporkan berada pada kategori tidak sehat, termasuk di ibu kota Dili, menurut IQAir. Pihak berwenang memperingatkan kondisi dapat memburuk dan menutup sekolah-sekolah.

Singapura pada Jumat menyatakan akan mengeluarkan surat peringatan kepada tujuh perusahaan di Indonesia yang diidentifikasi bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina untuk urusan ASEAN, Dominic Xavier Imperial, mengatakan persoalan kabut asap akan dibahas dalam sejumlah pertemuan menjelang KTT ASEAN pada November di Manila.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kabut Asap Imbas Karhutla RI Picu Status Siaga Tertinggi di Asia Tenggara"