Hagia Sophia

21 October 2026

Bra Berkawat Picu Kanker Payudara? Ini Penjelasan Medisnya

Foto: Shutterstock/

Momen Breast Cancer Awareness Month (Bulan Kesadaran Kanker Payudara) setiap bulan Oktober menjadi waktu yang tepat untuk mengedukasi masyarakat tentang fakta dan mitos seputar kesehatan payudara. Salah satu mitos populer yang masih sering beredar di media sosial adalah anggapan bahwa kebiasaan memakai bra berkawat dapat memicu risiko kanker payudara.

Banyak narasi keliru yang menyebutkan bahwa kawat pada bra dan kebiasaan memakai bra saat tidur dapat menghambat aliran cairan dan menyebabkan penumpukan sel kanker.

Zone Zero: Olahraga Ringan Nggak Bikin Ngos-ngosan

Foto: Ilustrasi bersepeda (Getty Images/Ventz)

Olahraga tak selalu harus dilakukan dengan intensitas tinggi hingga membuat tubuh berkeringat deras dan napas terengah-engah. Gerakan ringan yang dilakukan sehari-hari ternyata juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.

Zone zero menjadi salah satu istilah yang menarik perhatian dalam dunia kebugaran. Lantas, apa saja manfaatnya dan apakah aktivitas ini cukup untuk menjaga kebugaran tubuh?

Sejarah Kelahiran Pita Pink yang Berawal dari Pita Berwarna Persik

Foto: iStock

Sepanjang bulan Oktober, sematan pita pink selalu terlihat di berbagai tempat, mulai dari pakaian, produk kecantikan, hingga kampanye media sosial. Simbol ini menjadi sarana utama dalam menyuarakan Breast Cancer Awareness Month (Bulan Kesadaran Kanker Payudara) di seluruh dunia.

Meskipun kini menjadi simbol kepedulian global, pita pink menyimpan sejarah unik perjuangan gerakan akar rumput (grassroots) hingga makna tersembunyi di balik berbagai variasi warnanya.

Asap Karhutla Bisa Pengaruhi Otak dan Kecerdasan Anak

Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nyatanya tidak hanya berdampak di kesehatan saluran pernapasan anak saja. Dalam waktu jangka panjang, efeknya bisa lebih luas hingga ke kinerja otak hingga kesehatan mental.

Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Fifi Sofiah, SpA, SubspRespi(K) menjelaskan efek jangka panjang paparan asap karhutla dapat menyebabkan gangguan respirasi permanen.