Hagia Sophia

20 October 2026

Benarkah Konsumsi Kentang Efektif Turunkan BB? Ini Kata Dokter Gizi

Foto: iStock

Kentang sering kali menjadi pilihan utama bagi orang-orang yang sedang membatasi konsumsi nasi putih, demi memangkas berat badan. Tetapi, seberapa efektif sebenarnya untuk mendukung program diet?

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membenarkan bahwa kentang sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Menurutnya, kentang memiliki keunggulan atau 'super power' yang bisa memberikan efek kenyang bertahan lebih lama di dalam perut.

Suka Kol Goreng? Minyaknya Bisa Bahayakan Jantung

Minyak untuk menggoreng kol menyimpan bahaya. Foto: Getty Images/AltairSe

Kol goreng menjadi salah satu hidangan pendamping yang kering disajikan saat menyantap ayam penyet atau pecel lele. Teksturnya yang renyah berpadu dengan rasa gurih dan sedikit asin-manis membuat sajian ini terasa sangat nikmat.

Pada dasarnya, kol segar merupakan sayuran kaya nutrisi yang mengandung vitamin C, vitamin K, asam folat, serta senyawa antioksidan penangkal kanker. Lalu, bagaimana proses penggorengan kol berdampak pada nutrisi dan kesehatan tubuh?

Benarkah Plester Demam Disebut Bisa Bikin HR Stabil Saat Lari?

Plester demam (Foto: Getty Images/shironagasukujira)

Berbagai cara dilakukan pelari untuk menjaga heart rate (HR) tetap stabil saat berlari. Sampai-sampai, muncul 'hack lari', plester demam disebut dapat membantu detak jantung lebih "adem" ketika olahraga.

"Hack lari di Jakarta: Tempel B** B** F*v*r di ruas atas tulang punggung, sedikit di bawah leher (upper thoracic spine, C7-T2). Tetep lebih sumuk daripada lari di Edinburgh, tapi lumayan bikin HR lebih adem," tulis akun dyah*** dikutip detikcom dari Threads, Rabu (14/10/2026).

Angka Stroke pada Usia Muda Melonjak Tajam, Ini Kata Pakar

Foto ilustrasi: Getty Images/smolaw11

Stroke selama ini kerap diidentikkan sebagai penyakit yang mengintai kelompok usia lanjut atau lansia. Tetapi, anggapan tersebut perlahan mulai terpatahkan, seiring meningkatnya kasus stroke yang menyerang kelompok usia muda.

Sebuah studi terbaru yang mengamati data medis selama hampir tiga dekade menemukan fakta mengkhawatirkan. Angka kejadian stroke di kelompok usia 20 hingga 54 tahun melonjak tajam hingga 83 persen.

Makan Malam Bikin BB Naik? Ini Faktanya

Foto: Ilustrasi iStock

Kebiasaan makan malam sering kali dituding sebagai penyebab utama di balik melonjaknya angka timbangan. Tak heran jika banyak orang yang rela menahan lapar di malam hari demi menghindari kenaikan berat badan, bahkan tidak menyentuh makanan setelah jam 6 sore.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa anggapan makan malam secara otomatis membuat tubuh gemuk hanyalah mitos. Menurutnya, 'biang kerok' sebenarnya dari kenaikan berat badan adalah total kalori harian yang berlebih.