Hagia Sophia

16 October 2026

Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Pengangkatan Benjolan di Paru-paru

Paus Leo XIV (Foto: REUTERS/Yara Nardi)

Paus Leo XIV mendadak mengumumkan kondisi kesehatannya ke publik. Pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun ini dijadwalkan bakal menjalani prosedur operasi pada pekan ini, untuk mengangkat benjolan atau nodul kecil yang ditemukan di paru-parunya.

Temuan ini berawal dari pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) yang ia jalani baru-baru ini. Meski begitu, Paus Leo menegaskan benjolan di paru-parunya tersebut terdeteksi pada stadium sangat awal, dan lokasinya terlokalisasi dengan baik.

"Baru-baru ini, saat pemeriksaan medis, dokter menemukan nodul di paru-paru saya. Terdeteksi sangat awal dan terlokalisasi dengan baik," kata Paus Leo, dikutip dari Reuters.

"Atas saran dokter, saya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan. Operasi sudah dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan," lanjutnya.

Vatikan hingga kini belum mengonfirmasi apakah nodul tersebut berpotensi mengarah pada keganasan (kanker) atau tidak.

Apa Itu Nodul Paru-paru?

Secara medis, nodul paru adalah benjolan kecil berbentuk bulat atau oval pada jaringan paru-paru. Dikutip dari American Thoracic Society, tidak semua temuan nodul paru menandakan penyakit berbahaya.

Secara umum, kurang dari 5 persen nodul paru yang berkembang menjadi kanker. Sebagian besar kasus justru bersifat jinak.

Meski begitu, risiko nodul berubah menjadi ganas bisa meningkat tergantung beberapa faktor risiko, seperti usia pasien yang makin menua, ukuran nodul yang membesar, hingga riwayat merokok.

Pakar kanker paru-paru dari Georgetown University, dr Stephen Liu, menjelaskan bahwa operasi pengangkatan nodul merupakan langkah medis yang umum dan paling tepat untuk mendapatkan kepastian diagnosis.

"Ketika ada kekhawatiran dan kondisinya memungkinkan secara medis, melihat lokasi benjolan dan kesehatan umum pasien, operasi pengangkatan bisa memberikan diagnosis yang definitif," jelas dr Liu.

Tergolong Paus Muda dan Rajin Olahraga

Paus Leo yang terpilih memimpin Vatikan sejak Mei 2025 lalu tergolong sebagai salah satu pemimpin gereja yang relatif muda. Berbeda dari gambaran umum, Paus Leo dikenal memiliki gaya hidup aktif, gemar berolahraga seperti tenis, serta tidak memiliki riwayat merokok maupun penyakit kronis sebelumnya.

Pihak Vatikan memperkirakan proses pemulihan Paus Leo pascaoperasi akan memakan waktu sekitar satu minggu. Pasalnya, beliau memiliki agenda kerja yang cukup padat, termasuk rencana kunjungan pastoral selama 11 hari ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada pertengahan November mendatang.

Dukungan moral juga datang dari Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. Meloni mengapresiasi sikap Paus yang menyampaikan kondisi kesehatannya secara terbuka dan tenang.

"Ketenangan dan ketabahan beliau saat menyampaikannya kepada publik sangat menenangkan," tutur Meloni.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Paus Leo XIV Bakal Jalani Operasi Pengangkatan Benjolan di Paru-paru"