Hagia Sophia

16 October 2026

Tidak Berikan Makan dan Minum Lain ke Bayi di Bawah 6 Bulan Selain ASI

Foto: iStock

Kasus bayi Alena berusia 24 hari yang diduga diberi telur mentah oleh neneknya menjadi sorotan di media sosial. Bayi tersebut sempat mengalami kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, Alena mengalami demam sebelum diduga diberi telur mentah oleh neneknya, yang merupakan ibu dari ayahnya. Telur mentah itu disebut diberikan dengan tujuan menurunkan demam. Namun, hubungan antara pemberian telur mentah dan kematian Alena belum dapat dipastikan tanpa hasil pemeriksaan medis.

Menanggapi kasus tersebut, spesialis anak dr Denta Satria Kurniawan, SpA, mengimbau orang tua dan pengasuh agar tidak memberikan makanan atau minuman lain kepada bayi berusia di bawah enam bulan, selain ASI atau susu formula bayi jika diperlukan sesuai indikasi medis.

Bayi yang belum berusia enam bulan belum siap menerima makanan seperti pisang, bubur, telur, madu, maupun air putih. Pemberian makanan terlalu dini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

"Ungkapan 'anakku dikasih pisang waktu baru lahir tetap hidup' tidak bisa dijadikan patokan, karena banyak bayi yang beruntung tidak mengalami akibat serius, tetapi risikonya nyata dan tidak bisa diprediksi, dan sebagian bayi menjadi sakit berat atau meninggal," kata dr Denta saat dihubungi detikcom, Senin (12/10/2026).

Ia menyarankan orang tua berkonsultasi dengan dokter jika bayi rewel atau terus terlihat lapar. Jika bayi terlanjur diberi makanan selain ASI dan mengalami muntah berulang, diare, demam, sesak, sangat lemas, atau tidak mau menyusu, bayi harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, spesialis anak konsultan neonatologi Dr dr Johanes Edy Siswanto, SpA(K), menjelaskan pemberian makanan terlalu dini dapat menimbulkan gangguan pencernaan, tersedak, aspirasi atau masuknya makanan ke saluran napas, hingga infeksi.

"Bayi usia di bawah 6 bulan belum siap menerima makanan selain ASI atau susu formula bayi yang sesuai apabila diperlukan. Pemberian pisang, bubur, ataupun telur terlalu dini dapat menimbulkan gangguan pencernaan, tersedak, aspirasi, hingga infeksi," jelas dr Johanes saat dihubungi detikcom, Senin (12/10).

Telur Mentah Berisiko Menyebabkan Infeksi Berat

Terkait pemberian telur mentah, dr Johanes mengatakan telur mentah maupun setengah matang berisiko mengandung bakteri Salmonella. Infeksi bakteri tersebut dapat menyebabkan muntah, diare, demam, hingga dehidrasi berat. Dalam kondisi tertentu, infeksi juga dapat berkembang menjadi sepsis atau infeksi aliran darah yang mengancam nyawa.

Risiko komplikasi serius perlu diwaspadai terutama pada bayi baru lahir karena sistem kekebalan tubuhnya belum matang.

"Telur mentah maupun setengah matang tidak dianjurkan untuk bayi, karena berisiko mengandung bakteri Salmonella. Infeksi dapat menyebabkan muntah, diare, demam, dehidrasi berat, bahkan infeksi aliran darah (sepsis) yang mengancam nyawa, terutama pada bayi baru lahir karena sistem kekebalan tubuhnya belum matang," paparnya.

Meski demikian, telur merupakan sumber protein yang baik dan dapat diperkenalkan sebagai salah satu bahan makanan pendamping ASI (MPASI) ketika bayi siap menerima makanan, umumnya sekitar usia enam bulan. Telur harus dimasak hingga matang, baik bagian putih maupun kuningnya.

Johanes juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pengalaman pribadi sebagai dasar untuk menilai keamanan pemberian makanan terlalu dini.

"Bayi yang selamat bukan berarti praktik tersebut aman bagi semua bayi. Tidak semua tindakan berisiko langsung menimbulkan akibat buruk, tetapi ketika komplikasi terjadi, dampaknya bisa sangat serius," tuturnya.

Ia menambahkan, bayi baru lahir yang mengalami demam, terutama dengan suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih, harus segera diperiksa dokter. Demam pada bayi seusia tersebut tidak boleh ditangani dengan pemberian makanan atau ramuan tradisional untuk menurunkan suhu tubuh.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bayi 24 Hari Meninggal, Sefatal Ini Dampak Memberi Makan Anak di Bawah 6 Bulan"