Hagia Sophia

24 October 2026

BPOM Ungkap Progres Tiga Kandidat Vaksin TBC Baru

Kepala BPOM Taruna Ikrar. (Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membeberkan perkembangan uji klinik sejumlah kandidat vaksin tuberkulosis (TBC) terbaru di Indonesia. Langkah pengembangan inovasi baru ini dinilai krusial mengingat efektivitas vaksin terdahulu sudah mulai menurun.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan saat ini terdapat tiga jenis pendekatan pengembangan vaksin TBC. Vaksin konvensional dari bakteri yang dikembangkan sebelumnya, atau dikenal sebagai vaksin BCG, memang masih digunakan. Tetapi efektivitasnya perlu didampingi kandidat baru.

"Vaksin yang berasal dari bakteri yang dikembangkan, yang dulu disebut dengan BCG, itu tetap ada. Tetapi, tentu efektivitasnya sudah menurun, makanya perlu ada pengembangan baru," kata Taruna pada wartawan di kantor BPOM, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Salah satu kandidat unggulan yang sedang diuji adalah vaksin TBC yang dipromosikan oleh miliarder Bill Gates. Taruna menyebut vaksin tersebut kini telah memasuki uji klinik fase 3 secara multisentris (multicenter), yang melibatkan puluhan ribu sukarelawan di berbagai negara.

"Jumlah sampel di seluruh dunia kalau nggak salah hampir 60 ribu sampel. Dari Indonesia cuma 2 ribu, karena berdasarkan rasionya kita ada sekitar 1 juta lebih pengidap tuberkulosis," jelasnya.

"Jadi on progress sekarang, tapi so far saya lihat hasil sementaranya bagus," lanjut Taruna.

Selain vaksin dari Gates Foundation, BPOM juga memantau pengembangan vaksin TBC jenis inhalasi yang digarap oleh CanSino bekerja sama dengan grup Etana. Vaksin yang diberikan melalui hirupan saluran pernapasan ini mencatatkan profil keamanan yang baik pada uji klinik awal.

"Di fase satunya juga cukup bagus, aman. Itu dia akan masuk fase 2," tutur Taruna.

Sementara itu, kandidat vaksin ketiga datang dari dalam negeri lewat penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). BPOM dijadwalkan akan menggelar evaluasi awal terhadap riset riset tim BRIN dalam waktu dekat.

"Kemudian yang dikembangkan oleh BRIN, Badan Riset Inovasi, sekarang kita akan evaluasi rencana minggu depan dari timnya BRIN. Jadi tentang vaksin tuberkulosis itu on progress semuanya," tegas Taruna.

Beban Kasus TBC di Indonesia

Pengembangan berbagai kandidat vaksin baru ini sejalan dengan besarnya beban kasus TBC di tanah air. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama WHO (Global Tuberculosis Report), Indonesia masih menduduki peringkat kedua dunia dalam beban kasus TBC setelah India.

Estimasi kasus TBC di Indonesia mencapai lebih dari 1,06 juta kasus baru per tahun dengan angka kematian berkisar 125 ribu orang, sehingga kehadiran vaksin baru yang efisien sangat dinantikan untuk menekan laju penularan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "BPOM Beberkan Progres Tiga Kandidat Vaksin TBC Baru, Ada yang Buatan RI"