Hagia Sophia

24 October 2026

Walau Terlihat Sehat, Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Bahayakan Jantung

Foto: Ilustrasi sakit jantung (Getty Images/Nansan Houn)

Banyak orang berupaya menjaga kesehatan jantung. Mulai dari mengganti minuman bersoda dengan jus buah, mengonsumsi protein bar, hingga mengikuti rutinitas kebugaran harian.

Sering kali, orang membuat pilihan gaya hidup yang diyakini baik. Namun, beberapa kebiasaan yang tampak sehat ternyata justru lebih banyak menimbulkan bahaya daripada manfaat bagi kesehatan jantung.

BPOM Ungkap Progres Tiga Kandidat Vaksin TBC Baru

Kepala BPOM Taruna Ikrar. (Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membeberkan perkembangan uji klinik sejumlah kandidat vaksin tuberkulosis (TBC) terbaru di Indonesia. Langkah pengembangan inovasi baru ini dinilai krusial mengingat efektivitas vaksin terdahulu sudah mulai menurun.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan saat ini terdapat tiga jenis pendekatan pengembangan vaksin TBC. Vaksin konvensional dari bakteri yang dikembangkan sebelumnya, atau dikenal sebagai vaksin BCG, memang masih digunakan. Tetapi efektivitasnya perlu didampingi kandidat baru.

Tips Dokter Paru untuk Lindungi Diri dari Asap Karhutla

Foto: ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN

Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mengancam kesehatan masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah terdampak dan tidak memiliki pilihan untuk berpindah tempat. Untuk mengurangi risikonya, ada sejumlah langkah perlindungan yang dapat dilakukan, mulai dari menjaga kualitas udara di dalam rumah hingga mengenali gejala gangguan kesehatan sejak dini.

Spesialis paru Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menjelaskan upaya pencegahan dampak asap karhutla terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier.

Kewajiban Sertifikasi Halal Ditunda 2 Tahun, Ini Kata BPOM

Kepala BPOM Taruna Ikrar. (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI buka suara soal penundaan pemberlakuan kewajiban sertifikat halal. Pemberlakuan itu ditunda selama dua tahun hingga 18 Oktober 2028.

Menurut Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, penundaan ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Ini bisa berkaitan dengan pelaku usaha maupun mitra dari luar negeri.

Benarkah Konsumsi UPF Bisa Tingkatkan Risiko Stroke?

Foto: Ilustrasi UPF (Getty Images/Doucefleur)

Ultraprosessed food seringkali dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan yang terkait dengan pencernaan. Kini, sebuah studi juga mengaitkan makanan tersebut dengan kesehatan otak.

Dikutip dari laman NYPost, sebuah studi yang dilakukan oleh para meneliti Kanada menemukan keterkaitan antara konsumsi UPF dengan peningkatan risiko stroke serta masalah memori di masa depan pada orang dewasa yang sehat. Studi yang diterbitkan dalam JAMA Network Open pada 15 Oktober 2026 ini melibatkan peserta berusia 35 hingga 69 tahun.

Komponen Berbahaya dalam Asap Karhutla adalah Gas CO, Ini Penjelasannya

Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari sakit kepala, mual, hingga tubuh terasa cepat lelah. Spesialis paru Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menjelaskan orang yang terpapar asap karhutla sering kali tidak menyadari bahwa keluhan yang dialami berkaitan dengan polusi tersebut.

Hal ini sejalan dengan temuan literatur dan penelitian yang pernah dilakukannya bersama tim saat terjadi kebakaran hutan di Palembang dan Riau pada 2015.

Tips Agar Kondisi Pradiabetes Nggak Berubah Jadi Diabetes Melitus

Foto ilustrasi: Getty Images/Suriyawut Suriya

Memangkas berat badan menjadi salah satu kunci penting bagi penderita prediabetes. Hal ini dilakukan agar kondisinya tidak berkembang menjadi lebih buruk.

Namun, tak sedikit yang merasa kesulitan memangkas berat badan hingga nekat jalani diet ekstrem, seperti makan satu kali sehari atau one meal a day (OMAD).

Beda Sesak Napas Akibat Asap Karhutla dan ISPA

Foto: Ilustrasi pengidap ISPA (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Sesak napas akibat menghirup asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak selalu disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Paparan asap karhutla sendiri bisa memicu sesak napas meski seseorang belum mengalami infeksi.

Spesialis paru Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menjelaskan sesak napas akibat paparan asap karhutla dan ISPA memiliki mekanisme yang berbeda.

Dokter Ungkap Alasan Berat Badan Tidak Bergerak saat Diet

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zorii

Penurunan berat badan drastis di awal program diet sering kali mendatangkan rasa puas. Tetapi, tak sedikit orang yang mendadak cemas saat angka timbangan mulai melambat atau tampak 'stuck' di bulan-bulan berikutnya.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa fase penurunan berat badan yang melambat ini merupakan kondisi normal dan bukan tanda bahwa program diet telah gagal.

Kisah Anak 10 Tahun yang Terkena Kanker Ovarium

Foto: Ilustrasi Kanker Ovarium (Getty Images/iStockphoto/Chinnapong)

Seorang anak berusia 10 tahun di Amerika Serikat, yang kala itu merupakan siswi kelas lima, mengeluh sakit perut. Tak disangka, terdapat tumor besar di perutnya dan dirinya mengidap kanker ovarium.

Dikutip dari laman People Health, peristiwa itu terjadi sehari sebelum liburan musim semi pada April 2024. Anak perempuan bernama Meher Shukla ini merasa perutnya sangat sakit ketika berada di sekolah.

Public Figure yang Tengah dan Pernah Alami Tumor hingga Kanker Payudara

Foto: Ilustrasi kanker payudara (Getty Images/iStockphoto/lovelyday12)

Oktober diperingati sebagai Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara. Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya mengenali perubahan pada payudara, melakukan pemeriksaan, dan meningkatkan kesadaran tentang deteksi dini.

Sejumlah figur publik pernah membagikan pengalaman mereka menghadapi tumor hingga kanker payudara. Kisah mereka turut menjadi perhatian publik sekaligus mengingatkan bahwa benjolan pada payudara perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya, sebab tidak semua tumor bersifat ganas.

Sering Terpapar Asap Karhutla, Perlukah Cek Paru?

Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menimbulkan dampak kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Meski keluhan akibat paparan singkat bisa membaik setelah seseorang menjauh dari sumber polusi, paparan berulang perlu diwaspadai karena berisiko mengganggu kesehatan paru.

Spesialis paru Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menjelaskan pemulihan setelah terpapar polutan, termasuk asap karhutla, bergantung pada durasi paparan dan dampak yang ditimbulkan.