Hagia Sophia

23 October 2026

Peta NASA: Karbon Monoksida Membentang di Atas Indonesia

Peta NASA Masih Merah, Karbon Monoksida Membentang di Atas Indonesia Foto: NASA

Peta NASA masih memperlihatkan warna merah yang membentang luas di atas Indonesia. Visualisasi NASA Eyes on the Earth untuk periode 16-18 Oktober 2026 menunjukkan sebaran karbon monoksida (CO) di atmosfer, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan bahkan beberapa negara tetangga.

Warna merah tersebut menunjukkan konsentrasi karbon monoksida yang relatif tinggi dalam skala visualisasi NASA. Namun, bukan berarti udara yang dihirup masyarakat di seluruh wilayah tersebut otomatis berbahaya.

BPOM: Diperkirakan 29 Juta Orang Alami Keracunan Makanan Tiap Tahun

Ilustrasi keamanan pangan. Foto: Getty Images/Andrii Dodonov

Makanan yang terlihat segar dan memiliki rasa lezat belum tentu bebas dari bahaya. Jika terkontaminasi mikroorganisme atau zat kimia berbahaya, pangan bisa menjadi sumber penyakit yang mengganggu kesehatan.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar memperkirakan 29 juta orang mengalami keracunan pangan atau sakit akibat makanan setiap tahun. Angka tersebut disampaikan Taruna dalam Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) 2026 di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Beda Polusi Udara Perkotaan VS Asap Karhutla

Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN)

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada dasarnya juga merupakan polusi udara. Namun, sumber dan komponennya tidak sepenuhnya sama dengan polusi udara di perkotaan.

Spesialis paru Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menjelaskan polusi udara perkotaan dan asap karhutla memiliki sejumlah persamaan dan perbedaan. Secara garis besar, komponennya sama-sama berupa gas dan partikel.

Jakarta Akan Lakukan PJJ Jika Kualitas Udara Memburuk

Foto: An Uyung Pramudiarja/detikHealth

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa jika kualitas udara di Ibu Kota memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi dampak pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan penerapan PJJ akan dipertimbangkan berdasarkan data resmi kualitas udara.

Sudah Berhenti Makan Nasi Tapi Perut Tetap Buncit? Mungkin Ini Penyebabnya

Foto: Getty Images/Wissawa Chamaboon

Menghindari atau memusuhi nasi putih sepenuhnya sering kali menjadi langkah awal banyak orang, yang ingin mengecilkan perut buncit. Sayangnya, tak sedikit yang merasa heran dan frustrasi lantaran lingkar perut tak kunjung berkurang, meski sudah tidak lagi menyentuh nasi.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa menyetop konsumsi nasi putih tidak otomatis membuat perut menjadi kempes. Penyebab utamanya kerap dipicu oleh kebiasaan mengganti nasi dengan jenis karbohidrat lain, yang justru tinggi kalori.

Menkes: Puskesmas Terdampak Karhutla Wajib Sediakan Rumah Oksigen

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut puskesmas di wilayah yang terdampak karhutla wajib menyediakan rumah oksigen untuk masyarakat. Menkes menuturkan pemenuhan logistik kesehatan di daerah terdampak tidak boleh tertunda dan juga memerlukan dukungan penuh dari pemerintah daerah (pemda).

"Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," ungkap Menkes dalam edaran yang diterima detikcom belum lama ini.

Teh Hijau Bisa Bantu Pangkas Lemak, Ini Syaratnya

Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

Selain kopi hitam, teh hijau (green tea) kerap digadang-gadang sebagai minuman 'ajaib' yang ampuh melunturkan lemak dan memangkas berat badan. Tak heran jika minuman herbal ini sering diandalkan, bagi mereka yang sedang berjuang menurunkan angka timbangan.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membenarkan bahwa teh hijau memang memiliki kandungan zat aktif serta kafein yang bermanfaat meningkatkan laju metabolisme tubuh.

Cara Olah Kentang Seperti Ini Bisa Bikin Kalori Meningkat

Foto: Getty Images/GMVozd

Kentang kerap dijadikan alternatif pengganti nasi putih bagi orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Namun, cara mengolah kentang perlu diperhatikan karena penambahan minyak dan bahan tertentu dapat meningkatkan jumlah kalori dalam hidangan.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengingatkan bahwa metode memasak kentang turut memengaruhi jumlah kalori yang dikonsumsi. Kentang yang digoreng, misalnya, dapat menyerap minyak sehingga kalorinya lebih tinggi dibandingkan kentang yang direbus atau dikukus.

Imbas Asap Karhutla RI, Pasien Gangguan Pernapasan Meningkat di Malaysia

Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Indonesia menyebabkan kabut asap menyebar hingga ke sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia. Kondisi ini berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Sejumlah dokter umum di klinik swasta Malaysia bahkan melaporkan peningkatan pasien yang membutuhkan terapi nebulisasi akibat gangguan pernapasan.

Dikutip dari The Star, Sekretaris Jenderal Federation of Private Medical Practitioners' Associations Malaysia, dr Eugene Chooi, mengatakan lebih banyak pasien mengalami batuk, iritasi tenggorokan dan mata, hidung tersumbat atau berair, mengi, hingga perburukan asma selama periode kualitas udara yang buruk.

Pemilik Golongan Darah B Berisiko Tinggi Kena Diabetes, Ini Pemicunya

Foto ilustrasi: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH

Riset ilmiah terbaru membeberkan fakta menarik seputar risiko diabetes tipe 2. Selain faktor gaya hidup dan pola makan, pemilik golongan darah B disebut memiliki tingkat kerentanan yang sedikit lebih tinggi terkena penyakit gula darah tersebut.

Dalam hasil tinjauan payung (umbrella review) yang dipublikasikan di jurnal BMC Medicine, pemilik golongan darah B tercatat memiliki peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 28 persen dibandingkan pemilik golongan darah lainnya. Baik rhesus positif maupun negatif.

Kentang Bisa Bantu Turunkan Hipertensi, Ini Penjelasan Pakar Gizi

Foto: Getty Images/iStockphoto/UllrichG

Selain dikenal efektif untuk mendukung program diet untuk menurunkan berat badan, kentang ternyata menyimpan manfaat besar bagi orang dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Menariknya, bagian kentang yang paling kaya nutrisi justru sering kali dibuang begitu saja saat diolah.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa kentang mengandung kalium, vitamin C, hingga antioksidan tinggi yang ampuh membantu menstabilkan tekanan darah.

RSCM Sukses Pisahkan Bayi Kembar Siam Dempet Perut hingga Pinggul

Ketua Tim Operasi Prof Dr dr R.A. Setyo Handryastuti, Sp.A, Subsp.Neuro. (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) berhasil memisahkan bayi kembar siam laki-laki dengan kondisi perut, tulang pinggul, hingga saluran kencing yang menyatu. Operasi ini membutuhkan waktu kurang lebih 36 jam.

Direktur RSCM Dr dr Supriyanto, SpB mengatakan, sang ibu yakni Ny NA merupakan pasien BPJS Kesehatan. Lalu untuk biaya operasi pemisahan bayi kembar siam itu sendiri, dirinya mengatakan bahwa RSCM menggunakan subsidi silang, baik itu klaim BPJS Kesehatan maupun dana CSR rumah sakit.

Studi: 7 Dari 10 Siswa SD di Jakarta Alami Masalah Kognitif

Siswa Sekolah Dasar (SD) di Jakarta. (Foto: Mohammad Farrel)

Indonesia Health Development Center (IHDC) merilis hasil studi mengenai beban kognitif pada anak sekolah dasar (SD) di wilayah perkotaan Jakarta. Studi terhadap 1.007 siswa kelas 4, 5, dan 6 di empat SD negeri di Jakarta menemukan fakta mengkhawatirkan.

Sebanyak 68,5 persen atau hampir 7 dari 10 responden memiliki fungsi kognitif harian yang kurang baik, serta 49,3 persen siswa tercatat memiliki skor harapan dan imajinasi masa depan yang rendah.