![]() |
| Foto: REUTERS/Soepriyadi Gunawan |
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menyebabkan penurunan kualitas udara yang berdampak pada kesehatan. Paparan asap dalam jangka pendek dapat memicu gangguan pernapasan, sementara paparan berkepanjangan terhadap polusi udara juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Slamet Budiarto menyoroti pentingnya pemantauan kualitas udara di wilayah terdampak karhutla. Menurutnya, informasi kualitas udara bisa dipantau melalui internet untuk mengetahui tingkat polusi di lingkungan sekitar.


