Hagia Sophia

28 October 2026

Intelijen Korut Sampaikan Klarifikasi Tentang Rumor Meninggalnya Kim Jong-un

Kim Jong-un. Foto: KCNA via REUTERS

Publik internasional belakangan dihebohkan rumor yang menyebut Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, meninggal dunia. Rumor yang beredar liar di media sosial tersebut mengklaim Kim Jong-un sempat koma, akibat pendarahan otak saat menjalani perawatan di China.

Tak hanya itu, spekulasi juga menyebut adik perempuannya, Kim Yo-jong, telah mengambil alih tampuk kekuasaan di Korea Utara.

Menanggapi isu liar tersebut, Badan Intelijen Nasional Korea Utara atau National Intelligence Service (NIS), memberikan klarifikasi resmi dalam rapat tertutup bersama Komite Intelijen Majelis Nasional. NIS menegaskan bahwa rumor kondisi darurat maupun kematian Kim Jong-un sama sekali tidak berdasar dan tidak sesuai fakta.

Risiko Kesehatan dan Obesitas Ekstrem

Kendati menepis isu kematian sang diktator, NIS membeberkan bahwa Kim Jong-un memang masuk dalam kelompok risiko tinggi (high-risk group) pemicu gangguan kesehatan fatal. Khususnya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Hal ini tak lepas dari kondisi fisik Kim Jong-un yang memiliki berat badan lebih dari 140 kg. Secara medis, ia tergolong mengidap obesitas ekstrem.

Meski demikian, intelijen menegaskan belum menemukan adanya tanda-tanda gangguan kesehatan yang signifikan pada pria tersebut.

"Meskipun pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memiliki berat badan lebih dari 140 kg dan dikategorikan mengalami obesitas ekstrem sehingga berada dalam kelompok risiko tinggi penyakit kardiovaskular, tidak ada tanda-tanda signifikan gangguan kesehatan yang teramati," ungkap pihak NIS, dikutip dari laman Chosun.

Kondisi fisik Kim Jong-un dinilai masih relatif stabil. Hal ini dibuktikan dari kemampuannya menaiki tangga tanpa kesulitan saat melakukan inspeksi kapal perang baru-baru ini.

Selain itu, adanya tim medis khusus yang melakukan pengawasan kesehatan Kim Jong-un secara ketat selama 24 jam.

Kemunculan Perdana Tepis Teori 'Pemeran Pengganti'

Untuk menepis 'teori pendarahan otak' dan isu kematian yang beredar, media pemerintah Korea Utara (KCNA) bergerak cepat merilis foto-foto terbaru Kim Jong-un. Dalam foto tersebut, Kim tampak mendatangi pameran produk baru di Pyongyang bersama istrinya, Ri Sol-ju, dan putrinya, Kim Ju-ae.

Berbeda dari tahun 2014 dan 2020 lalu, di mana Korea Utara cenderung 'membisu' dan menahan foto Kim Jong-un selama berminggu-minggu saat diterpa isu kesehatan, kali ini dokumentasi kemunculannya langsung dipublikasikan.

Meski begitu, netizen di media sosial tetap berspekulasi dan menuding foto-foto tersebut hanyalah rekayasa atau menggunakan stand-in (pemeran pengganti). Tetapi, NIS memastikan situasi politik di Korea Utara tetap stabil dan belum ada pergeseran kekuasaan kepada adiknya, Kim Yo-jong.