Hagia Sophia

27 October 2026

Anak Perempuan 12 Tahun Miliki Tekanan Darah Hingga 225/158

Tekanan Darah Bocah 12 Tahun Ini Tembus 225/158, Apa Penyebabnya? (Foto ilustras: Getty Images/iStockphoto/kan2d)

Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun di China dilarikan ke rumah sakit, usai mengeluhkan sakit kepala hebat dan pusing yang tak kunjung hilang selama lima bulan. Saat diperiksa, tim dokter dibuat kaget lantaran tekanan darah sang bocah melonjak ekstrem hingga mencapai 225/158 mmHg.

Angka tersebut sangat membahayakan bahkan untuk ukuran pasien dewasa. Lantas, kok bisa anak seusia 12 tahun mengalami hipertensi setinggi itu?

Setelah ditelusuri lewat pemeriksaan medis mendalam, penyebab di balik hipertensi parah tersebut berasal dari kondisi vaskular yang amat langka pada anak-anak. Kondisi tak biasa tersebut dikenal sebagai coral reef aorta.

Kasus yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Case Reports, kondisi ini ditandai dengan terbentuknya endapan kalsium yang mengeras dan bertumpuk kasar, menyerupai terumbu karang di dalam dinding pembuluh darah utama (aorta). Penumpukan plak batu ini menyumbat aliran darah ke organ-organ vital, termasuk ginjal dan usus.

"Kasus coral reef aorta pada anak-anak tergolong sangat langka di seluruh dunia. Sebagian besar kasus biasanya ditemukan pada orang dewasa yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, hingga kebiasaan merokok," tulis tim dokter dari The First Affiliated Hospital of Xinjiang Medical University, dikutip dari Medical Daily.

Uniknya, bocah 12 tahun ini tidak memiliki riwayat kolesterol tinggi, diabetes, maupun riwayat kelainan genetik yang dapat memicu penumpukan kalsium tersebut. Tetapi, pemeriksaan medis menemukan ia juga mengidap infeksi tuberkulosis (TBC) paru aktif, yang diduga memicu peradangan sistemik di dalam tubuhnya.

Sempat Dikira Peradangan Pembuluh Darah

Sebelum dirujuk ke rumah sakit utama, kondisi sang bocah sempat salah terdiagnosis sebagai polyarteritis nodosa atau penyakit peradangan pembuluh darah arteri. Berbagai obat penurun tekanan darah dosis tinggi yang diberikan dokter daerah, sama sekali tidak mempan menekan angka hipertensinya.

Diagnosis baru jelas setelah tim medis melakukan pemeriksaan CT scan menyeluruh pada bagian aorta. Hasil pemindaian menunjukkan adanya kalsifikasi keras tak beraturan di aorta dada dan perut, serta penyempitan signifikan pada arteri yang menyuplai darah ke ginjal kanan.

Penyempitan inilah yang menjadi alasan utama di balik meroketnya tekanan darah sang anak.

Penanganan Tanpa Pasang Ring (Stent)

Demi menyelamatkan nyawa pasien, tim dokter mengambil tindakan intervensi medis dengan memasukkan kateter khusus melalui arteri paha. Dokter kemudian mengembang-kempiskan balon kecil berulang kali (balloon angioplasty), untuk melebarkan arteri ginjal yang menyempit tanpa melakukan pemasangan ring (stent).

Langkah tersebut sengaja dipilih mengingat usia pasien yang masih sangat muda dan terus tumbuh. Sehingga pembuluh darahnya membutuhkan ruang untuk berkembang alami di masa depan.

Usai prosedur pelebaran arteri ginjal dilakukan serta didampingi pemberian obat TBC dan penurun tekanan darah, angka tekanan darah bocah tersebut perlahan turun drastis dan kembali stabil tanpa mengalami komplikasi berulang.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tekanan Darah Bocah 12 Tahun Ini Tembus 225/158, Apa Penyebabnya?"