Hagia Sophia

27 October 2026

Benarkah Pilates Bisa Nambah Tinggi Badan?

Pilates. Foto: Stock Photos

Pilates merupakan jenis olahraga dan latihan pengondisian tubuh yang awalnya digunakan untuk membantu penari memulihkan diri dari cedera. Kini, Pilates juga dilakukan oleh masyarakat umum untuk memperoleh berbagai manfaat kesehatan.

Latihan ini menekankan ketepatan gerakan, pengaturan napas, hingga stabilitas otot. Banyak yang mengatakan bahwa Pilates bisa menambah tinggi badan.

"Pilates has 100% made me grow 2 cm taller," tulis salah satu akun di TikTok, dikutip Sabtu (22/11/2025).

"Di studiku ada yang nambah 3 cm setelah Pilates 5 bulan," tulis akun lain.

"Bisa, Kak, TB aku nambah 3 cm karena Pilates. Ternyata selama ini postur aku enggak bagus, jadi fix banget pas rutin Pilates," tambah akun lain.

Benarkah Pilates Bisa Bikin Tinggi?

Menurut Coach Mindy dari Minna Pilates, olahraga ini memang bisa membantu orang terlihat lebih tinggi. Hal tersebut karena Pilates bisa membantu memperbaiki posisi tulang tubuh.

"Benar (meninggikan badan). Karena itu ada yang bungkuk, kan, jadi itu sebenarnya dari yang bungkuk," kata Mindy kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Dalam sebuah jurnal yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine pada tahun 2024, aktivasi otot inti tubuh saat menggunakan posisi Pilates dapat meningkatkan tinggi badan dan mengurangi lingkar pinggang dibandingkan dengan posisi berdiri yang direkomendasikan dalam layanan kesehatan di Inggris. Penelitian ini melibatkan 48 wanita yang rata-rata berusia 60 tahun.

Dibandingkan dengan posisi normal, posisi Pilates dapat meningkatkan tinggi badan hingga 2,7 cm dan mengurangi lingkar pinggang hingga 5,2 cm. Kendati demikian, terdapat perbedaan hasil yang signifikan antarpengamat.

Dikutip dari laman NYPost, Direktur Pilates & Yoga di Flow Athletic, Simon Ngo, mengatakan bahwa efek peningkatan tinggi badan dari Pilates lebih berkaitan dengan 'mendapatkan kembali tinggi badan kita' daripada benar-benar bertambah tinggi.

"Akibat gravitasi dan postur tubuh kita yang tegak, seiring waktu tulang belakang mengalami kompresi dan ketegangan. Gerakan di semua bidang dan arah, yang biasanya merupakan bagian dari kelas Pilates, mengurangi tekanan pada tulang belakang dan membuat kita terasa lebih tinggi," katanya.

Manfaat Lain dari Pilates

Ada beberapa manfaat lain dari Pilates, di antaranya:

1. Menguatkan Otot
Pilates berfokus pada penguatan otot inti (core). Banyak yang menganggap bahwa otot inti hanya mencakup area perut. Namun, menurut terapis Judi Bar, cakupannya lebih luas. Untuk itu, otot inti mungkin lebih tepat dipahami sebagai bagian dari batang tubuh.

"Semua bagian saling terhubung," kata Bar. "Ketika berbicara tentang otot inti, selain area perut, yang dimaksud juga mencakup sisi tubuh, punggung bagian tengah hingga bawah, bokong, dan pinggul," kata Bar, dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Coach Mindy juga menyatakan bahwa Pilates bisa menguatkan otot-otot kecil dalam tubuh.

"Di Pilates itu otot kecilnya (yang dikuatkan). Kita dumbbell-nya paling pakai yang 2 kg, 3 kg, dan 5 kg gitu. Enggak sampai yang puluhan kilogram," katanya.

"Jadi, prinsipnya Pilates itu, otot yang pendek kita panjangkan, yang panjang kita kuatkan," sambungnya.

2. Meningkatkan Fleksibilitas
Gerakan peregangan yang menjadi bagian dari Pilates dapat membantu meningkatkan kelenturan tubuh. Fleksibilitas yang baik memungkinkan seseorang melakukan lebih banyak jenis gerakan dan aktivitas.

Selain itu, fleksibilitas dapat membantu mengurangi risiko cedera, membuat otot lebih rileks, serta mempertahankan mobilitas dan rentang gerak seiring bertambahnya usia.

3. Meningkatkan Keseimbangan dan Koordinasi
Otot inti berperan sebagai penopang utama tubuh. Ketika kekuatan otot ini kurang optimal atau posisi tubuh tidak selaras, seseorang dapat mengalami kesulitan dalam menjaga pusat gravitasi.

Akibatnya, risiko cedera bisa meningkat, terutama saat melakukan beberapa gerakan yang membutuhkan koordinasi secara bersamaan. Pilates dapat membantu memperkuat otot inti sehingga tubuh lebih mudah menjaga keseimbangan.

Peningkatan keseimbangan dan koordinasi juga berkaitan dengan propriosepsi, yaitu kemampuan tubuh mengenali posisi dan pergerakannya dalam ruang. Kemampuan ini membantu seseorang bergerak dengan lebih terarah dan stabil, sekaligus berpotensi menurunkan risiko jatuh maupun kecelakaan lainnya.

4. Melatih Pengendalian Napas
Pilates tidak hanya menekankan gerakan fisik, tetapi juga mengajarkan pentingnya mengatur napas secara sadar. Pendekatan ini serupa dengan yoga dan praktik mindfulness lainnya.

Kesadaran dan kemampuan mengendalikan napas tidak hanya membantu seseorang melakukan peregangan lebih dalam atau meningkatkan performa saat berlatih. Penelitian juga menunjukkan bahwa pengaturan napas bisa membantu mengurangi stres.

5. Mendukung Kesehatan Mental dan Kesejahteraan
Manfaat olahraga bagi kesehatan mental dan kesejahteraan sudah banyak diteliti. Pilates bisa menjadi salah satu pilihan olahraga untuk mendukung aspek ini.

Coach Mindy juga mengatakan bahwa perasaan tenang dan berkurangnya stres bisa menjadi manfaat yang diperoleh ketika seseorang mengikuti Pilates.

"Semua olahraga pasti ada endorfin, release the stress. Orang yang stres kan pasti disuruhnya olahraga, karena ada hormon yang bikin kita lebih bahagia," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Benarkah Rutin Pilates Bisa Bikin Tinggi? Ini Faktanya"