Hagia Sophia

26 October 2026

Bakom: Wajar Warga Marah soal MBG

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva)

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menyebut bahwa wajar-wajar saja jika masyarakat marah atau kecewa kepada program Makan Bergizi Gratis (MBG) imbas masih adanya kasus keracunan. Namun, pemerintah menekankan bahwa mereka terbuka pada kritikan.

Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Bakom RI Hariqo Wibawa Satria dalam acara dialog nasional refleksi 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (22/10).

"Kalau masyarakat marah-marah terhadap program MBG, itu wajar. Siapapun pasti akan marah kalau ada anaknya yang keracunan. Dan, bapak ibu juga jangan ragu-ragu dikritik saja habis-habisan program MBG itu," kata Hariqo dikutip dari Antara.

Hariqo menambahkan bahwa hal serupa juga ditujukan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang terus membutuhkan evaluasi terus menerus demi kepastian perbaikan.

Secara khusus terkait MBG sudah banyak dilakukan perbaikan, termasuk menggunakan percontohan MBG prasmanan di 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 10 provinsi.

"Hari ini terbukti, sudah banyak perbaikan. Ketika dilakukan (MBG) prasmanan, responnya sangat baik dari masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan transformasi pelaksanaan Program MBG melalui penguatan tata kelola, standard keamanan pangan, serta berbagai inovasi sebagai bagian dari revolusi MBG 2.0.

Salah satunya, transformasi MBG 2.0 yang menyentuh pola penyajian makanan. BGN telah melakukan percontohan MBG prasmanan di 66 SPPG yang tersebar di 10 provinsi sebagai salah satu inovasi dalam penyelenggaraan MBG.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bakom Sebut Wajar Warga Marah soal MBG, Pemerintah Terbuka pada Kritik"