Hagia Sophia

26 October 2026

Kepala BGN: Banyak Peserta Didik Berangkat Sekolah dalam Keadaan Lapar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth)

Badan Gizi Nasional (BGN) belum lama ini melaporkan dampak makan bergizi gratis (MBG) setidaknya berpengaruh ke kondisi peserta didik saat sekolah. Kepala BGN Sudaryono mengklaim 56 persen peserta didik yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar, turun 50 persen menjadi 16 persen.

Meski begitu, tidak sedikit yang kemudian mempertanyakan dampak MBG ke status gizi anak, setelah berjalan lebih dari setahun. Menjawab ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengaku belum bisa memberikan kesimpulan.

Pihaknya menyebut baru berencana melakukan status gizi anak usia sekolah untuk melihat dampak MBG. Survei akan dilakukan dengan mengukur tinggi dan berat badan anak.

Budi mengatakan rencana tersebut telah dibahas bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).

"Nah kalau MBG, saya terakhir ketemu dengan Pak Sudar, dulu juga dengan Pak Mendikdasmen, kita sedang merencanakan untuk melakukan survei gizi," kata Budi, menjawab pertanyaan detikcom Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebenarnya telah memiliki data survei gizi untuk anak balita. Namun, data tersebut belum cukup menggambarkan dampak MBG karena kelompok balita bukan kelompok penerima terbanyak MBG.

Sementara itu, sasaran utama MBG mencakup anak usia sekolah. Karena itu, diperlukan survei khusus untuk mengetahui apakah program tersebut berdampak terhadap status gizi mereka.

"Karena MBG kan banyaknya di anak usia sekolah. Nah sekarang kita akan, sudah setuju, akan melakukan survei gizi untuk anak usia sekolah. Sehingga kita bisa ketahui bagaimana perkembangan kecukupan gizinya," ujarnya.

Budi menjelaskan, pengukuran akan dilakukan dengan memantau tinggi dan berat badan anak, seperti pemantauan pertumbuhan pada balita. Kedua indikator tersebut dapat digunakan untuk menilai status gizi anak.

"Kita nanti akan kayak bayi saja, kita ukur tinggi dan kita ukur berat badannya. Karena ada indikator-indikator penurunan gizinya," tuturnya.

BGN Klaim Anak Berangkat Sekolah dalam Kondisi Lapar Menurun

Sebelumnya, BGN mengklaim program MBG berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan pangan anak sekolah. Berdasarkan data penelitian yang disampaikan BGN, persentase siswa yang berangkat sekolah dalam keadaan lapar turun dari 56 persen menjadi 16 persen setelah program berjalan.

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan klaim tersebut dalam keterangannya pada Rabu (14/10/2026). Ia berharap angka tersebut terus menurun hingga tidak ada lagi anak yang berangkat sekolah dalam kondisi lapar.

BGN juga melaporkan peningkatan konsumsi protein hewani pada anak, dari 26 persen menjadi 84 persen. Sementara itu, konsumsi buah dan sayur disebut meningkat dari 65 persen menjadi 90 persen setelah program MBG berjalan.

Meski demikian, data tersebut merupakan indikator pemenuhan pangan dan pola konsumsi yang disampaikan BGN. Dampak program terhadap perubahan status gizi anak masih perlu dilihat melalui pengukuran langsung.

Survei yang direncanakan Kemenkes diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan status gizi anak usia sekolah.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "MBG Diklaim Pangkas Jumlah Siswa Lapar saat Sekolah, Gizinya Gimana? Menkes Bilang Gini"