![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zorii |
Sudah memangkas porsi makan hingga tidak menyentuh nasi putih, tapi angka timbangan tetap saja stuck? Fenomena ini sering kali membuat pejuang diet frustrasi, hingga nekat memotong porsi makan secara ekstrem.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan penyebab utama berat badan stagnan adalah penyesuaian otomatis dari tubuh terhadap kebutuhan kalori barunya.
"Karena sebenarnya ketika kamu awal nurunin berat badan, sudah defisit kalori. Misalnya kebutuhan kalorimu di 2.000, tapi ternyata sekarang kamu mulai defisit jadi 1.500," kata dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026).
"Tubuh itu pintar, setelah berat badan turun itu sebenarnya kalori kebutuhan kamu juga ikut turun. Jadi hitungannya sudah nggak sama kayak waktu kamu awal mulai diet," lanjutnya.
dr Yaze menegaskan, rahasia mengatasi berat badan stuck bukanlah dengan memotong porsi makan terus-menerus hingga menyiksa diri.
"Kalau misalnya diturunin lagi kalorinya, itu kan namanya kayak menyiksa. Jadi kayak puasa akhirnya, atau kayak cuma makan sedikit banget. Itu bikin jadi enggak fokus, cepat ngantuk, dan cepat capek," tegasnya.
Pentingnya 'Gedein Mesin' Tubuh dan Hindari Stres
Alih-alih makin memantang makanan, dr Yaze menyarankan untuk memperbesar kapasitas pembakaran kalori harian atau 'menggedekan mesin' tubuh melalui pembentukan massa otot. Caranya bisa dengan strength training.
Ia menegaskan untuk tidak hanya fokus pada menurunkan porsi makan saja. Padahal, yang dibutuhkan adalah massa otot.
"Jadi jangan fokus cuma untuk nurun berat badan dan nurunin makan saja, tapi kamu enggak mau gedein pembentukan ototnya. Jadi mulai olahraga yang angkat-angkat beban, tetap harus dibarengin sama kardio juga," paparnya.
Selain melatih otot, dr Yaze mengingatkan pentingnya menjaga waktu istirahat (rest day) agar tubuh tidak diforsir. Olahraga tanpa henti justru bisa memicu peningkatkan hormon stres yang menghambat pemangkasan lemak.
"Kalau terlalu capek, terlalu diforsir untuk terus-terusan olahraga, nanti kortisol malah naik. Jadi hormon stresnya malah naik," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bukan Cuma Ngurangin Makan, Ini Resep Dokter Gizi Atasi Berat Badan Stuck"
