![]() |
| Cedera saat olahraga. Foto: Getty Images/iStockphoto/lzf |
Keberadaan spray di setiap event lari, baik cooling spray maupun semprotan pereda nyeri, belakangan ini jadi perbincangan. Banyak yang menganggapnya sebagai kebutuhan yang harus selalu ada, namun belakangan tidak sedikit yang meragukan efektivitasnya.
Bukan hanya untuk meredakan nyeri, beberapa pelari juga meyakini semprotan semacam itu juga bisa meredakan kejang otot alias kram. Pertanyaannya, tepatkah penggunaan spray semacam ini?
Terkait spray pereda nyeri ataupun inflamasi, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr Paul Jonathan, SpOT dari Siloam Hospitals Mampang menyebut tidak ada masalah untuk digunakan. Namun ia mengingatkan, spray tersebut hanya mengatasi gejala atau simptom, bukan mengatasi masalah sebenarnya.
"Jadi kalau spray peredah nyeri pada saat olahraga itu kan sebetulnya simptomatik ya," kata dr Paul, ditemui detikcom dalam acara Perayaan Osteoporosis Day 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, memastikan penyebab nyeri lebih penting diprioritaskan dibanding mengatasi nyerinya itu sendiri. Nyeri bisa menandakan adanya cedera pada otot maupun ligamen, yang tentunya bisa memburuk jika dipakai untuk terus berolahraga secara intens hanya karena nyerinya hilang setelah disemprot.
"Spray ini hanya membuat nggak nyeri, tapi tidak menyelesaikan masalahnya," jelas dr Paul.
Untuk mengatasi cedera, dr Paul menyebut metode RICE. Metode ini terdiri dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation.
"Jadi pertama adalah diistirahatkan dulu, jadi kalau cedera, pertama istirahatkan dulu. Jangan diurut," jelasnya.
Kompres dingin bisa dilakukan setelahnya. Jika perlu, area yang cedera dibebat atau diberi compression, dan diangkat sebentar.
"Ya kalau memang sudah dirasa nggak mampu ya udah berhenti lari saja," saran dr Paul.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Efektivitas Spray Anti Nyeri saat Lari Dipertanyakan, Ini Wanti-wanti Dokter Ortopedi"
