Hagia Sophia

03 November 2026

Jauh Lebih Manis dari Gula, Kenapa Beeru Stevia Bisa Rendah Kalori?

Ilustrasi (Foto: iStock)

Gula stevia kerap menjadi alternatif pemanis bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi gula, termasuk pengidap diabetes. Pemanis alami yang berasal dari daun stevia ini bahkan disebut memiliki kandungan kalori sangat rendah, bahkan bisa nol kalori, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah seperti gula pasir.

Berbeda dengan gula biasa, stevia mengandung glikosida steviol yang memiliki rasa manis tapi tidak dicerna oleh enzim pencernaan. Selain karena hanya perlu dipakai dalam jumlah sangat sedikit, kalorinya tidak mudah terserap tubuh sehingga sering disebut nol kalori.

Tulang Rusuk Wanita Ini Retak Akibat Pelukan Suami

Foto ilustrasi: Getty Images/gorodenkoff

Nasib nahas dialami seorang wanita di Jiangsu, China. Awalnya, ia hanya ingin menghangatkan tubuh dengan meminta pelukan suaminya karena kedinginan. Namun, setelah dipeluk, wanita tersebut justru mendadak merasa sesak dan kesakitan.

Usut punya usut, lima tulang rusuknya ternyata patah dan satu lainnya mengalami retak akibat pelukan sang suami.

Apa Beda Beeru Stevia dengan Gula Pasir? Ini Kata Dokter Gizi

Foto: Getty Images/Luis Echeverri Urrea

Polemik pemanis Beeru Stevia tengah ramai diperbincangkan setelah muncul dugaan kandungannya tidak sesuai dengan klaim pada kemasan. Produk yang dipasarkan sebagai pemanis nol kalori itu diduga mengandung kalori serta pemanis buatan yang tidak tercantum dalam komposisi.

Di tengah polemik tersebut, spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan stevia pada dasarnya merupakan pemanis alami yang berasal dari daun tanaman stevia. Pemanis ini memiliki kandungan kalori sangat rendah, bahkan bisa mencapai nol kalori.

BGN Tutup 2 Ribu Dapur SPPG Tak Layak, Ini Alasannya

Kepala BGN Sudaryono (Foto: Dwi Rahmawati/detikcom)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pihaknya telah menutup permanen sekitar 2.000 dapur SPPG yang dinilai melanggar aturan kebersihan. Bahkan, ada yang berdiri di sebelah kandang babi.

Hal ini disampaikan Sudaryono dalam acara 'Transformasi MBG 2.0' di Usmar Ismail Hall, Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026). Sudaryono awalnya mengatakan banyak hal melenceng yang ditemukannya dari kepemimpinan BGN era Dadan Hindayana.

Efektivitas Spray Anti Nyeri saat Lari Dipertanyakan

Cedera saat olahraga. Foto: Getty Images/iStockphoto/lzf

Keberadaan spray di setiap event lari, baik cooling spray maupun semprotan pereda nyeri, belakangan ini jadi perbincangan. Banyak yang menganggapnya sebagai kebutuhan yang harus selalu ada, namun belakangan tidak sedikit yang meragukan efektivitasnya.

Bukan hanya untuk meredakan nyeri, beberapa pelari juga meyakini semprotan semacam itu juga bisa meredakan kejang otot alias kram. Pertanyaannya, tepatkah penggunaan spray semacam ini?

Waspada dengan Sukralosa dan Neotam yang Ada di Beeru Stevia

Sukralosa, bersama-sama neotam disebut-sebut ada di produk Beeru Stevia. Foto: Getty Images/iStockphoto/HT Ganzo

Produk pemanis Breeru Stevia jadi perbincangan hangat lantaran adanya temuan gula tambahan Sukralosa dan Neotam oleh seorang influencer. Kandungan ini membuat gaduh konsumen yang telanjur menganggap Stevia sebagai pilihan sehat tanpa gula tambahan.

Temuan ini bermula saat seorang influencer melakukan uji secara mandiri produk Beeru Stevia dan menemukan kandungan karbohidrat 47,21 persen dan energi total 188,84 kilokalori per 100 gram sampel. Uji yang dilakukan juga mengungkap kandungan sukralosa sebesar 101.297,89 mg/L dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L.

Pesan Dokter Gizi: Waspadai Diabetes Dibalik Konten Viral 'Ice Potong Kaki'

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/SB Arts Media

Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan kemunculan tren kuliner ekstrem yang menyajikan minuman super manis. Salah satunya terlihat dari sebuah video viral di Instagram, yang memperlihatkan interaksi antara pembeli dan pedagang minuman di Malaysia.

Dalam video tersebut, pembeli memesan minuman bertajuk 'ice potong kaki' yang rasanya sangat manis. Racikannya tak main-main, yakni lima centong susu bubuk cokelat, lima sendok makan gula pasir, hingga ditambah susu kental manis (SKM) sebanyak setengah kaleng yang dituangkan ke dalam satu gelas berisi es batu.

Waspadai Diet Ekstrem Agar BB Cepat Turun, Metabolisme Bisa Terganggu

Diet ekstrem untuk menurunkan berat badan cepat berisiko ganggu metabolisme dan siklus menstruasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/simarik)

Keinginan menurunkan berat badan dalam waktu singkat kerap membuat seseorang mengambil jalan pintas dengan menjalani metode diet ekstrem. Tak sedikit orang yang tergiur dengan iming-iming penurunan berat badan secara drastis hanya dalam hitungan hari atau minggu.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengingatkan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Penurunan berat badan yang terlalu drastis justru berisiko memicu gangguan metabolisme hingga mengganggu siklus menstruasi pada wanita.

Gejala Stroke yang Hilang Bisa Jadi Tanda Bahaya

Foto: Ilustrasi stroke (Getty Images/Doucefleur)

Gejala stroke seperti bicara pelo, penglihatan kabur, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh dapat muncul secara tiba-tiba. Namun, ketika gejala tersebut menghilang dan kondisi tubuh kembali normal dalam hitungan menit, sebagian orang justru menganggap tidak perlu mendapatkan pertolongan medis.

Para ahli saraf mengingatkan bahwa meredanya gejala bukan berarti bahaya telah berlalu. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda transient ischemic attack (TIA), yang dikenal sebagai mini stroke atau stroke ringan.

Pemerintah Diminta Tinjau Kembali Pengenaan PPN untuk Pembalut

Foto: thinkstock

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta pemerintah meninjau kembali pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap produk menstruasi, termasuk pembalut. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menambah beban ekonomi perempuan, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.

Wakil Ketua Komnas Perempuan, Dahlia Madanih, menilai pengenaan pajak terhadap produk menstruasi atau tampon tax belum mempertimbangkan kebutuhan khusus perempuan dalam menjaga kesehatan reproduksi.

BGN Wajibkan SPPG Perbarui SPK untuk Cegah Praktik Calo Dapur MBG

Foto: Dwi Rahmawati/detikcom

Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperbarui Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK). Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mencegah praktik percaloan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, sebelum menjabat, dirinya kerap mendengar isu mengenai titik dapur MBG yang diperjualbelikan hingga mencapai ratusan juta rupiah. Setelah menjabat sebagai kepala BGN, pihaknya kemudian melakukan pembaruan perjanjian kerja sama setelah menemukan banyak praktik yayasan calo dalam program MBG.

Menkes: Kekurangan Dokter dan RS Juga Dialami Hampir Semua Negara

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Rafiin/detikBali)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekurangan dokter dan keterbatasan akses layanan kesehatan dialami hampir semua negara di dunia, termasuk negara maju. Hal itu ia sampaikan berdasarkan pertemuannya dengan para menteri kesehatan dari berbagai negara.

Budi mengaku telah bertemu dengan 72 menteri kesehatan dari berbagai negara. Dari pertemuan-pertemuan itu, ia menyimpulkan tidak ada negara yang kelebihan dokter.