![]() |
| Pengguna kendaraan melintas di jalanan yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/10/2026). Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman |
Langit di sejumlah wilayah Kalimantan mulai terlihat lebih bersih setelah hujan mengguyur kawasan yang sebelumnya diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perubahan ini membawa sedikit kelegaan bagi warga yang sudah tiga bulan menghadapi udara tercemar dan jarak pandang yang terbatas.
Secara ilmiah, hujan dapat membantu membersihkan atmosfer melalui proses yang dikenal sebagai wet deposition atau deposisi basah. Ketika tetesan air jatuh melewati udara, sebagian partikel pencemar, termasuk partikel dari asap kebakaran, dapat tertangkap dan terbawa turun ke permukaan.






