![]() |
| Foto: Robby Bernardi/detikJateng |
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sejumlah temuan dalam pemeriksaan awal kasus keracunan makanan bergizi gratis yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Salah satunya, telur untuk menu MBG telah diolah sejak pukul 19.30 WIB dan baru dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB.
Temuan tersebut merupakan salah satu bentuk ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang ditemukan dalam pemeriksaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang.
Selain pengolahan telur, BGN menemukan kondisi kebersihan pada beberapa bagian SPPG yang perlu mendapat perhatian. Meski demikian, BGN belum menyimpulkan temuan tersebut sebagai penyebab gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat.
"Kami sudah melakukan suspend dengan katagori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang, disamping adanya adanya pelanggaran SOP oleh dapur, juga ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat, sehingga kita juga akan melakukan evaluasi secara penyeluruh, serta melakukan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait," ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, Kamis (24/9), dikutip dari laman resmi BGN.
"Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi," tegasnya.
Kasus tersebut terjadi setelah penerima manfaat mengonsumsi makanan MBG dari SPPG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada 23 September 2026.
Sebagai langkah mitigasi, BGN menghentikan sementara operasional SPPG tersebut dengan kategori suspend berat. BGN juga mencopot kepala SPPG dari jabatannya.
BGN masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, dan Tim Satgas MBG Kabupaten Batang untuk menangani penerima manfaat serta mengusut penyebab kejadian.
Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar BGN untuk menentukan tindakan selanjutnya terhadap SPPG tersebut, termasuk tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan dan operasional.
Hingga Jumat (25/9/2026) tercatat 498 orang menjalani pemeriksaan.
"Terperiksa itu 498. Dirujuk 159, rawat jalan 319, rawat inap Puskesmas Batang 20. Nah, yang hari ini di Rumah Sakit Batang itu ada 90. Sudah pulang 28, tinggal 62," kata Wakil Bupati Batang, Suyono, saat ditemui di RSUD Kalisari Batang, Jumat (25/9/2026), dikutip dari detikJateng.
Di RSUD Kalisari Batang, selama Rabu (23/9) hingga Jumat (25/9), terdapat 90 pasien yang menjalani pemeriksaan dan perawatan. Dari jumlah tersebut, 28 orang telah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik dan masih terdapat 62 pasien yang menjalani perawatan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ratusan Siswa Keracunan MBG di Batang, BGN Soroti Telur yang Diolah Sejak Malam"
