![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/Saulich |
Cuaca panas ekstrem akibat perubahan iklim semakin mengancam ibu hamil dan bayi yang baru lahir. Kondisi tersebut dikaitkan dengan meningkatnya kelahiran prematur, bayi lahir mati, berat badan lahir rendah, hingga komplikasi pada ibu.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala Badan Perubahan Iklim PBB Simon Stiell dalam pertemuan pre-COP di Nadi, Fiji, Senin (5/10/2026). Ia merujuk hasil survei terhadap tenaga kesehatan di lima benua.
Survei tersebut melibatkan 1.000 bidan dan dokter di Inggris, Australia, India, Brasil, dan Zimbabwe. Hasilnya menunjukkan lebih dari dua pertiga tenaga kesehatan yang disurvei pernah melihat komplikasi yang mereka kaitkan dengan paparan panas ekstrem dalam lima tahun terakhir.
"Naiknya suhu berarti meningkatnya bahaya dalam kehamilan," kata Stiell, dikutip dari AFP.
"Cuaca panas ekstrem yang dipicu perubahan iklim selama kehamilan semakin dikaitkan dengan kelahiran prematur, bayi lahir mati, berat badan lahir rendah, dan komplikasi pada ibu," sambungnya.
Hampir seluruh bidan dan dokter dalam survei tersebut juga mengatakan pernah menangani ibu atau bayi yang mengalami dampak panas ekstrem.
Sekitar sepertiga responden bahkan melaporkan pernah melihat kasus berat badan lahir rendah atau pertumbuhan janin terhambat, kesulitan menyusu, dehidrasi, hingga penyakit yang berkaitan dengan panas ekstrem.
Stiell menilai kondisi tersebut menunjukkan dampak perubahan iklim terhadap kehamilan tidak lagi bisa dipandang sebagai ancaman di masa depan.
"Gambarnya jelas dan sangat mengkhawatirkan. Ketika panas ekstrem semakin parah, kehamilan dan persalinan kini menjadi titik rawan baru dalam krisis iklim global, yang berpotensi mematikan," ujarnya.
Ia menambahkan, kehamilan seharusnya menjadi masa yang penuh harapan. Namun, bagi jutaan perempuan, kondisi tersebut kini justru dapat menjadi masa yang dipenuhi kecemasan akibat meningkatnya risiko yang dipicu perubahan iklim.
Para ilmuwan sebelumnya telah memperingatkan perubahan iklim membuat berbagai kejadian cuaca ekstrem menjadi lebih intens. Rekor suhu panas juga semakin sering terpecahkan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cuaca Panas Makin Ekstrem, Pakar Wanti-wanti Kondisi Ibu Hamil"
