![]() |
| Foto: Adelia Magda/detikHealth |
Kasus dugaan keracunan makanan Korea di gerai 88 Seoul Bandung tengah menjadi perhatian. Imbas kasus tersebut, pihak 88 Seoul 23 Paskal Bandung menyatakan menghentikan sementara operasional pada 7-8 Oktober 2026.
Penghentian sementara dilakukan untuk pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh, sekaligus mengevaluasi proses serta standar operasional di gerai. Lantas, bagaimana kondisi gerai 88 Seoul lainnya?
Berdasarkan pantauan detikcom pada Rabu (7/10/2026) pagi, gerai 88 Seoul di Central Park, Jakarta Barat, masih tetap beroperasi. Sejumlah pelanggan juga terlihat berada di dalam gerai. Sekitar tujuh orang tampak menyantap makanan di lokasi.
Meski demikian, diakui kasus dugaan keracunan di Bandung berdampak pula ke cabang yang lain. Seorang waitress di gerai Central Park Jakarta Barat, mengaku ada sedikit rasa khawatir akibat kasus tersebut.
"Tetap kita ada rasa khawatir juga. Dan kita pastinya mengeluarkan makanan yang semaksimal mungkin kita periksa dulu," katanya.
Di sisi lain, kasus dugaan keracunan di gerai 88 Seoul Bandung sebelumnya mencuat setelah sejumlah pelanggan mengaku mengalami berbagai keluhan usai makan di restoran tersebut. Keluhan yang dilaporkan antara lain diare, mual, muntah, nyeri perut, hingga demam tinggi.
Di Threads, bahkan beredar klaim bahwa jumlah orang yang mengalami keracunan mencapai 284 orang. Namun, angka tersebut hingga kini belum terkonfirmasi secara resmi.
Salah satu pelanggan melalui akun Threads @nittachandra pada 5 Oktober mengaku mengalami diare, demam, dan menggigil setelah makan di restoran tersebut pada 3 Oktober 2026.
"Subuhnya langsung diare sampai 3x, besoknya sampai demam tinggi dan menggigil," tulisnya.
Ia juga mengaku diare yang dialaminya terus berlanjut hingga sekitar 15 kali. Setelah memeriksakan kondisinya, ia menyebut keluhan yang dialaminya dinyatakan sebagai keracunan makanan.
Pengalaman serupa disampaikan akun @nikearh. Ia mengaku datang bersama keluarganya ke restoran tersebut pada tanggal yang sama. Menurutnya, suami dan salah satu anaknya mengalami demam serta diare berkali-kali setelah makan.
"Aku sekeluarga juga makan tanggal segitu, malamnya anak aku sama suami aku demam diare sampai berkali-kali," tulisnya.
Sementara itu, akun @adrian.hkg pada 6 Oktober mengaku makan di restoran tersebut bersama seorang teman pada 3 Oktober. Setelah itu, keduanya mengaku mengalami sejumlah keluhan, seperti demam, menggigil, mual, dan diare.
Tanggapan Dinkes Bandung dan Kemenkes RI
Dinas Kesehatan Kota Bandung turut melakukan pemeriksaan terhadap gerai 88 Seoul 23 Paskal Bandung menyusul laporan dugaan keracunan tersebut. Dari pemeriksaan awal, Dinkes menemukan sejumlah aspek higiene dan sanitasi yang masih perlu diperbaiki.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung Dewi Primasari mengatakan pemeriksaan mencakup penataan lokasi, peralatan, bahan makanan, hingga penerapan prosedur operasional standar (Standard Operating Procedure/SOP).
"Secara umum dari pemeriksaan awal memang masih ada beberapa hal terkait higiene dan sanitasi yang perlu diperbaiki lagi oleh pihak restoran," katanya dikutip detikJabar Rabu (7/10/2026).
Menurut Dewi, penataan bahan makanan segar dan kering perlu diperhatikan, termasuk pemisahan dari bahan kimia seperti cairan pembersih dan sabun pencuci piring.
"Masih perlu diperbaiki pemisahan-pemisahannya. Kemudian karena lokasinya tidak begitu luas, perlu penataan ulang," katanya.
Ia juga menyoroti penerapan sistem first in, first out (FIFO) maupun first expired, first out (FEFO) dalam penyimpanan bahan makanan. Menurut Dewi, penerapan SOP tersebut belum terlihat jelas di lokasi.
Selain sarana dan penataan bahan makanan, perilaku penjamah makanan juga menjadi perhatian. Dinkes meminta seluruh pekerja yang terlibat dalam pengolahan dan penyajian makanan untuk memperhatikan perlindungan diri.
"Dari faktor perilaku, penjamah makanan juga perlu diperbaiki. Pelindung dirinya, masker, kemudian yang tidak berkerudung atau laki-laki menggunakan hair net," tuturnya.
Dewi mengatakan rekomendasi perbaikan telah disampaikan langsung kepada pihak restoran. Selanjutnya, Dinkes akan melakukan pemantauan untuk memastikan rekomendasi tersebut ditindaklanjuti.
Mengingat adanya dugaan kasus keracunan, pengawasan terhadap restoran tersebut akan dilakukan secara lebih intensif.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan investigasi kasus tersebut akan melibatkan puskesmas, Dinkes, hingga Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) setempat.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan investigasi akan melibatkan puskesmas, Dinkes, hingga Balai POM setempat.
"Kasus lokal seperti ini akan diinvestigasi dan ditangani oleh puskesmas, dinkes dan Balai POM setempat," kata Aji saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Restoran Tutup Sementara
Menanggapi laporan dari sejumlah pelanggan, pihak 88 Seoul 23 Paskal Bandung menyatakan menghentikan sementara operasional pada 7-8 Oktober 2026.
Penghentian sementara dilakukan untuk melakukan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh, sekaligus mengevaluasi proses dan standar operasional di gerai.
"Sebagai tindak lanjut atas laporan yang telah kami terima dari sejumlah pelanggan, 88 SEOUL 23 Paskal Bandung akan menghentikan sementara operasional pada 7-8 Oktober 2026," demikian keterangan pihak restoran.
Pihak restoran juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang mengalami kondisi tidak menyenangkan setelah berkunjung.
"Keamanan, kualitas, dan kenyamanan pelanggan selalu menjadi prioritas kami," ujarnya.
Restoran menyatakan akan memberikan perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan kepada pelanggan serta memprioritaskan kesehatan mereka.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "88 Seoul Kesandung Kasus Dugaan Keracunan di Bandung, Gerai di Jakarta Tetap Beroperasi"
