![]() |
| Foto: dok. Getty Images/songsak chalardpongpun |
Rasa kantuk tidak selalu muncul karena seseorang kekurangan waktu tidur. Dalam kondisi tertentu, seseorang tetap dapat merasa mengantuk meski telah mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Ada sejumlah faktor yang dapat memicu rasa kantuk pada siang hari atau setelah bangun tidur. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui.
Ada beberapa jenis obat yang turut menjadi pemicu rasa kantuk berlebihan pada siang hari, di antaranya:
- Beberapa obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi.
- Antidepresan.
- Obat yang mengobati mual dan muntah (antiemetik).
- Obat untuk hidung tersumbat (antihistamin).
- Antipsikotik.
- Epilepsi.
- Obat untuk mengatasi kecemasan.
Kurangnya olahraga juga dapat membuat tubuh terasa lebih mudah lelah dan mengantuk. Olahraga yang cukup secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran dan meningkatkan kualitas tidur.
Terlalu Banyak Screen Time
Kebiasaan scrolling HP tengah malam bisa memicu rasa kantuk meskipun waktu tidur sudah cukup. Sebab, paparan sinar biru (blue light) dari gadget mengganggu siklus tidur-bangun atau irama sirkadian, sehingga sulit tidur nyenyak.
Kekurangan Zat Besi
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mengalami anemia yang ditandai dengan berbagai gejala, termasuk mudah lelah dan mengantuk. Jika rasa kantuk berlangsung terus-menerus meski waktu tidur sudah cukup, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran juga dapat membantu untuk mengatasi kekurangan zat besi dalam tubuh. Beberapa di antaranya adalah brokoli, edamame, labu, kurma, alpukat, stroberi, tomat, semangka, hingga buah naga merah.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Merasa Ngantuk Padahal Waktu Tidur Tercukupi, Ini Penyebabnya"
