Hagia Sophia

06 October 2026

Sedang Flu, Haruskah Jaga Jarak dengan Ayam Peliharaan?

Amankah memelihara ayam di tengah musim flu? Foto: Getty Images/iStockphoto/comzeal

Musim flu membuat banyak orang lebih waspada terhadap penularan penyakit. Tapi bagaimana dengan orang yang memelihara ayam di rumah? Apakah virus flu yang menginfeksi manusia bisa ikut menular ke ayam?

Pertanyaan ini cukup relevan bagi masyarakat yang memelihara ayam di lingkungan rumah. Sebab, istilah "flu" pada manusia dan "flu burung" sama-sama berkaitan dengan virus influenza, bahkan sama-sama termasuk influenza tipe A, meski bukan berarti keduanya merupakan penyakit yang sama.

Influenza pada manusia umumnya disebabkan oleh virus influenza tipe A, seperti H1N1pdm09 dan H3N2. Sementara itu, flu burung atau Avian Influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A dengan subtipe H5N1 yang terutama beredar pada unggas.

Lantas, apakah orang yang sedang flu perlu menjaga jarak dari ayam peliharaannya?

Flu Manusia Bisa Menular ke Ayam?

Pakar biologi molekuler yang juga guru besar kedokteran hewan Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom, M.S., mengatakan, hingga saat ini belum ada informasi mengenai virus flu musiman pada manusia yang menular dari manusia ke ayam.

"Sampai saat ini belum ada informasi kalau virus flu musiman (H1N1 pdm09) menular dari manusia ke ayam," ujar Prof Nidom.

Ia menambahkan, penularan virus influenza dari manusia ke hewan memang dapat terjadi pada spesies tertentu. Salah satunya babi yang dapat terinfeksi virus flu musiman maupun flu burung.

Namun, kondisi tersebut tidak semerta-merta berlaku pada ayam. Jadi, orang yang sedang mengalami flu musiman tidak otomatis dapat menularkan flu tersebut kepada ayam peliharaannya.

Justru Ayam yang Sakit Perlu Diwaspadai

Meski begitu, pemilik ayam tetap perlu memperhatikan kondisi unggas. Sebab, flu burung dapat menular dari unggas yang terinfeksi kepada manusia melalui kontak dengan hewan atau lingkungan yang terkontaminasi.

Menurut Prof Nidom, salah satu gejala flu burung pada ayam yang perlu diperhatikan adalah gangguan pernapasan.

"Gejala flu burung terlihat kesulitan pernapasan. Karena sifatnya ganas, disertai dengan kematian ayam yang tinggi, melalui otopsi akan terlihat pendarahan mulai dari hidung hingga paru," jelasnya.

Namun, gejala tersebut tidak selalu cukup untuk memastikan ayam terkena flu burung. Prof Nidom mengatakan gejalanya dapat terlihat sama atau mirip dengan penyakit ayam lainnya.

Karena itu, jika ayam menunjukkan kondisi tidak biasa, terlebih disertai kematian dalam jumlah tinggi, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Amankah Memelihara Ayam Saat Musim Flu?

Walaupun flu musiman pada manusia belum diketahui dapat menular ke ayam, bukan berarti pemilik bisa mengabaikan kebersihan kebersihan kandang. Sebagai pencegahan, Prof Nidom menyarankan untuk menerapkan biosekuriti, termasuk menggunakan masker dan melakukan desinfeksi.

"Kuncinya dalam mengatasi penularan ke yang lain yaitu biosekuriti, penggunaan masker, dan selalu desinfeksi," kata Prof Nidom.

Menurutnya, masker tidak hanya diperlukan untuk mencegah virus flu, tetapi juga paparan kuman lain yang mungkin berada di sekitar kandang.

"Masker bukan hanya untuk virus flu, tapi kuman-kuman lain yang terdapat di sekitar kandang yang belum teridentifikasi," ujarnya.

Pemilik juga disarankan membatasi orang yang keluar-masuk area kandang dan menjaga kebersihan lingkungan.

"Yang penting kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan sehat diutamakan. Melarang orang berlalu-lalang di kandang." tutur Prof Nidom.

Untuk desinfeksi, ia menyarankan penggunaan dilakukan secara bergantian atau rolling agar kuman tidak menjadi kebal.

Jadi, Pemilik Ayam Perlu Takut?

Memelihara ayam di rumah tidak serta-merta membuat seseorang tertular flu burung. Risiko utama berkaitan dengan paparan terhadap unggas yang terinfeksi atau lingkungan yang tercemar virus, bukan sekadar karena memelihara ayam.

Namun, pemilik tetap perlu waspada jika menemukan ayam yang sakit atau mati mendadak. Hindari kontak langsung dan gunakan perlindungan yang sesuai saat harus berada di sekitar kandang.

Jika seseorang mengalami gejala setelah memiliki kontak dengan unggas yang sakit atau mati, riwayat paparan tersebut juga penting disampaikan kepada tenaga kesehatan.

Dalam menangani peningkatan kasus influenza, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut menyediakan fasilitas kesehatan serta obat-obatan. Hal ini disampaikan Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr Andi Saguni, MA dalam konferensi pers daring mengenai Perkembangan Situasi dan Penanganan Influenza di Indonesia, Senin (28/9/2026).

"Kami juga mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit ya, termasuk ketersediaan obat-obatan dan juga alat-alat terkait lainnya," ujar Andi.

Jadi, sedang flu bukan berarti harus menjauhi ayam peliharaan, tetapi yang penting tetap jaga kebersihan, terapkan biosekuriti, dan waspadai kondisi ayam yang tiba-tiba sakit atau mati.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Lagi Musim Flu, Mungkinkah Ayam Peliharaan di Rumah Ikut Ketularan?"