![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/comzeal |
Memelihara ayam di rumah memang menyenangkan. Apalagi ketika ayam terlihat aktif, makan lahap, bulunya bersih, dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit.
Tapi, apakah ayam yang terlihat sehat otomatis berarti bebas dari penyakit?
Kondisi fisik ayam yang tampak normal memang bisa menjadi salah satu tanda bahwa unggas dalam kondisi baik. Namun, penampakan dari luar saja tidak selalu cukup untuk memastikan ayam benar-benar bebas dari infeksi tertentu.
Hal ini menjadi penting terutama bagi masyarakat yang memelihara ayam di lingkungan rumah dan melakukan kontak langsung dengan unggas setiap hari.
Pakar biologi molekular yang juga Guru Besar Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom, M.S., menyampaikan, ayam yang terlihat sehat belum tentu bebas penyakit.
"Akhir-akhir ini sering dijumpai kondisi tersebut, ayam yang terlihat sehat ternyata sudah terinfeksi virus tertentu," ujar Prof Nidom.
Pada penyakit tertentu, unggas yang terinfeksi dapat menunjukkan gejala yang berbeda-beda, mulai dari perubahan perilaku, nafsu makan menurun, gangguan pernapasan hingga kematian mendadak.
Namun, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan pengamatan visual untuk menyimpulkan ayam bebas penyakit. Melainkan memeriksakan lebih lanjut kesehatan ayam yang dipelihara di rumah untuk mencegah penyebaran penyakit antar ayam atau bahkan ke manusia.
Lantas, Apa Saja Tanda Ayam yang Perlu Dicurigai Sakit?
Meskipun ayam yang terlihat sehat belum tentu dapat dipastikan bebas penyakit, pemilik tetap perlu mengenali perubahan kondisi pada unggas.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain perubahan nafsu makan dan minum, ayam terlihat lemas atau lebih banyak diam, perubahan pada kotoran, gangguan pernapasan, penurunan produksi telur, hingga perubahan pada kondisi fisik.
Hal ini juga disampaikan berdasarkan pengalaman Rita Andayani, seorang content creator pemilik akun instagram @kebun_samara asal Yogyakarta yang sudah memelihara ayam petelur di rumah selama hampir dua tahun.
"Kalau ayam yang sekiranya dia sakit itu dia pasti lemas, tidak nafsu makan. Terus warna jenggernya itu lebih pucat," ujar Rita.
Tanda-tanda seperti itu yang biasa muncul pada ayam ketika kondisi kesehatannya menurun.
Tetap Waspada terhadap Flu Burung
Salah satu penyakit yang perlu menjadi perhatian dalam pemeliharaan unggas adalah Avian Influenza atau flu burung.
Prof Nidom juga menyampaikan gejala yang dialami ayam ketika terinfeksi flu burung H5N1 adalah terganggu pernapasannya.
"Gejala flu burung terlihat kesulitan pernapasan. Karena sifatnya ganas, disertai dengan kematian ayam yang tinggi, melalui otopsi akan terlihat pendarahan mulai dari hidung hingga paru" jelasnya.
The US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, menjelaskan bahwa strain virus Avian Influenza memiliki kategori Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) yang dapat menyebabkan kematian pada unggas dan Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI) yang dapat menyebabkan gejala ringan atau bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda apapun.
Artinya, tidak munculnya gejala yang jelas bukan satu-satunya dasar untuk memastikan unggas bebas dari virus tertentu.
Untuk memastikan kondisi kesehatan unggas, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan hewan dan pengujian laboratorium dapat diperlukan sesuai kondisi dan dugaan penyakit.
Ayam yang terlihat sehat memang merupakan pertanda baik, tetapi memastikan ayam benar-benar bebas dari penyakit tidak cukup hanya dengan melihat penampilannya. Melainkan, memerlukan perhatian lebih dari pemilik yang turut mengamati kesehatan ayam setiap hari.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ayam Tampak Sehat Tak Jaminan Bebas Penyakit, Ini Saran Pakar soal Ancaman Flu"
